Senin pagi di Pelabuhan Merak, suasana sudah ramai. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi tampak meninjau langsung kesiapan arus mudik Lebaran. Tanggal 16 Maret 2026 itu, ia menyampaikan kabar yang cukup melegakan: sejauh ini, arus mudik masih berjalan sesuai prediksi pemerintah.
“Di luar prediksi? Kita sebenarnya sejauh ini kita lihat bahwa semua berjalan sebagaimana yang kita prediksi,” ujar Dudy kepada para wartawan yang mengepungnya.
Menurutnya, ada beberapa strategi kunci yang membuat situasi tetap terkendali. Salah satunya adalah skema Work From Anywhere yang digalakkan. Skema ini, harapannya, bisa mengatur distribusi penumpang secara bertahap. Masyarakat pun punya ruang lebih luas untuk merencanakan perjalanan dengan baik.
“Karena ada pemberlakuan work from anywhere, kita berharap bahwa distribusi penumpang bisa diatur sedemikian rupa, kemudian juga masyarakat bisa merencanakan dengan baik,” jelasnya.
Nah, langkah itu dapat dukungan penuh dari kebijakan tarif. Di Merak sekarang berlaku sistem single tarif. Artinya, tak ada lagi pembedaan tarif eksekutif dan reguler. Dampaknya langsung terasa: penumpukan penumpang di satu titik tertentu bisa dihindari.
Artikel Terkait
Kebijakan WFA Jelang Lebaran Turunkan Jumlah Penumpang Commuter Line 29 Persen
Output Industri China Tumbuh 6,3% di Awal 2026
KPK Buka Peluang Jerat Pelaku Swasta dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Lebaran 2026: 40 Ribu Pemudik Berangkat dari Stasiun Senen dan Gambir di Hari Puncak