Suasana haru pecah di depan Lapas Salemba, Kamis malam lalu. Setelah berbulan-bulan terpisah, sembilan belas orang akhirnya bisa bebas dan menyambut keluarga yang sudah menunggu. Rupanya, mereka adalah bagian dari dua puluh satu terpidana kasus kericuhan demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
Pembebasan itu bukan tanpa alasan. Pihak lapas baru saja menerima salinan putusan pengadilan yang sudah punya kekuatan hukum tetap. Itulah dasar mereka bertindak.
Kepala Lapas Salemba, Mohammad Fadil, membenarkan hal itu. Ia menegaskan semua prosedur sudah diikuti dengan benar.
Menurut pantauan di lokasi, suasana memang cukup emosional. Keluarga yang menunggu sejak sore langsung menyambut dengan pelukan dan tepuk tangan riang. Beberapa mantan warga binaan terlihat memeluk erat anak atau istri mereka, seolah tak percaya masa itu sudah berakhir.
Artikel Terkait
Tiga Puluh RT di Jakarta Masih Terendam, Warga Terpaksa Mengungsi
Changan Deepal S07 Resmi Meluncur, Siap Goyang Dominasi BYD Sealion 7
Menperin Genjot Desain Chip dan SDM untuk Jawab Lonjakan Impor Semikonduktor
Catherine OHara, Ibu di Home Alone, Tutup Usia di Los Angeles