Prabowo Salurkan Kacamata AI, Bantu Tunanetra Lebih Mandiri

- Selasa, 09 Desember 2025 | 23:18 WIB
Prabowo Salurkan Kacamata AI, Bantu Tunanetra Lebih Mandiri

Lewat Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Prabowo Subianto membagikan puluhan kacamata pintar berbasis AI untuk para penyandang tunanetra. Tujuannya jelas: memberi alat agar mereka bisa lebih mandiri.

Sekretaris GSN, Ghrawiraharto Wicaksono, menjelaskan soal teknologi ini di kantornya, Senin lalu.

"Ini kacamata berteknologi tinggi pakai kecerdasan buatan. Memang kami khususkan untuk teman-teman tunanetra," ujar Wira, sapaan akrabnya.

Fungsinya cukup beragam. Perangkat ini dirancang untuk memudahkan membaca tulisan, mengenali nominal uang, bahkan mengidentifikasi orang. Caranya? Kacamata itu bisa mendeteksi siapa yang ada di depan pengguna, setelah merekam data orang-orang yang sering berinteraksi dengan pemakainya.

Dengan fitur-fitur itu, aktivitas harian seperti bertransaksi atau sekadar membaca label jadi lebih mudah.

"Sangat berguna untuk scan data, buku, sampai uang. Jadi untuk transaksi sehari-hari pun bisa," ungkap Wira.

Ia tak lupa menyampaikan apresiasi. Menurutnya, langkah Prabowo menggunakan dana pribadi untuk membantu kelompok rentan, termasuk disabilitas, adalah hal yang luar biasa.

"Jujur, ini sesuatu yang istimewa. Agak "out of the box" sih, tapi menunjukkan kepedulian beliau yang besar, terutama kepada teman-teman tunanetra," katanya.

Memang, alat ini belum bisa dibilang sempurna. Wira mengakui masih ada tahap pengembangan. Namun begitu, ia berharap bantuan awal ini bisa membuka pintu yang lebih lebar.

"Ini langkah awal agar mereka bisa lebih inklusif, baik di tempat kerja maupun di sekolah," tambahnya.

Harapannya, dengan dukungan ini semangat mereka semakin tumbuh.

"Agar mereka bisa lebih berkreasi dan bersemangat menciptakan hal-hal berguna untuk Indonesia," ujar Wira lagi.

Untuk sementara, penyaluran baru menjangkau wilayah Jabodetabek. Tapi ke depannya, tentu ada harapan yang lebih besar.

"Kami ingin program ini berkembang dan akhirnya bisa menjangkau seluruh Indonesia," tutupnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar