Status Darurat Sumbar Diperpanjang, Pencarian Korban dan Pemulihan Terus Digenjot

- Selasa, 09 Desember 2025 | 17:00 WIB
Status Darurat Sumbar Diperpanjang, Pencarian Korban dan Pemulihan Terus Digenjot

JAKARTA - Status tanggap darurat bencana di Sumatera Barat resmi diperpanjang. Keputusan ini dikeluarkan langsung oleh Gubernur Mahyeldi pada Selasa (9/12/2025), menandai babak baru dalam upaya penanganan pasca-bencana yang melanda wilayah itu.

Alasannya jelas. Di lapangan, proses pencarian korban masih berlangsung. Belum lagi sarana-prasarana vital yang rusak parah, fungsinya belum pulih sepenuhnya. Situasinya memang masih jauh dari kata normal.

Menurut Mahyeldi, penetapan ini punya tujuan praktis.

"Melalui penetapan ini, Pos Komando (Posko) Terpadu atau Pos Pendamping Provinsi dapat bekerja secara optimal," ujarnya.

Dengan status darurat yang masih berlaku, penggerakan sumber daya dari tingkat provinsi hingga nasional diharapkan bisa lebih lancar dan terfokus.

Sebelumnya, status darurat sebenarnya berakhir Senin (8/12). Nah, perpanjangan kali ini adalah yang kedua. Semuanya tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 360-803-2025, yang akan berlaku selama 14 hari ke depan, tepatnya hingga 22 Desember 2025. Cakupannya untuk bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang.

"Setelah diadakan rapat pada hari ini, maka kita putuskan untuk perpanjangan tanggap darurat sampai tanggal 22 Desember nantinya," tambah Mahyeldi.

Di sisi lain, jajarannya sudah mulai bersiap untuk fase selanjutnya. Mereka akan menghitung segala kebutuhan untuk tahap pemulihan jangka panjang rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah-wilayah yang porak-poranda.

Sementara itu, data terbaru dari Pos Pendamping Nasional per Senin (8/12) sungguh memilukan. Korban jiwa mencapai 234 orang, dengan 95 orang masih dinyatakan hilang. Sedangkan pengungsi yang tercatat tidak sedikit: 20.474 orang.

Di tengah kepiluan itu, kerja sama tampaknya berjalan. Posko-posko di tingkat kabupaten dan kota terus beroperasi. Mereka mendapat dukungan penuh, bukan cuma dari Posko Terpadu dan Nasional, tapi juga dari berbagai elemen masyarakat, NGO, hingga pelaku usaha.

Hingga detik ini, pekerjaan berat masih menumpuk. Perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, perbaikan jaringan air bersih, serta pendistribusian bantuan ke titik-titik terdampak masih terus digenjot. Waktunya memang terbatas, tapi perjuangan untuk bangkit jelas belum usai.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar