"Setelah diadakan rapat pada hari ini, maka kita putuskan untuk perpanjangan tanggap darurat sampai tanggal 22 Desember nantinya," tambah Mahyeldi.
Di sisi lain, jajarannya sudah mulai bersiap untuk fase selanjutnya. Mereka akan menghitung segala kebutuhan untuk tahap pemulihan jangka panjang rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah-wilayah yang porak-poranda.
Sementara itu, data terbaru dari Pos Pendamping Nasional per Senin (8/12) sungguh memilukan. Korban jiwa mencapai 234 orang, dengan 95 orang masih dinyatakan hilang. Sedangkan pengungsi yang tercatat tidak sedikit: 20.474 orang.
Di tengah kepiluan itu, kerja sama tampaknya berjalan. Posko-posko di tingkat kabupaten dan kota terus beroperasi. Mereka mendapat dukungan penuh, bukan cuma dari Posko Terpadu dan Nasional, tapi juga dari berbagai elemen masyarakat, NGO, hingga pelaku usaha.
Hingga detik ini, pekerjaan berat masih menumpuk. Perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, perbaikan jaringan air bersih, serta pendistribusian bantuan ke titik-titik terdampak masih terus digenjot. Waktunya memang terbatas, tapi perjuangan untuk bangkit jelas belum usai.
Artikel Terkait
160 Warga Binaan di Makassar Terima Remisi Idul Fitri, Tiga Langsung Bebas
Mantan Suami WNA Jadi Tersangka Penemuan Jenazah Cucu Mpok Nori di Cipayung
KPK Alihkan Status Tahanan Mantan Menag Yaqut ke Tahanan Rumah
Empat Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Ciantir Lebak, Selamat Berkat Evakuasi Cepat