Sebenarnya, Mirwan adalah Ketua DPC Gerindra di Aceh Selatan. Tapi tindakannya dinilai terlalu parah. Parahnya lagi, sebelum berangkat, dia sempat mengeluarkan surat resmi yang menyatakan ketidaksanggupan Pemkab Aceh Selatan menangani darurat banjir dan longsor di 11 kecamatan. Surat itu ditembuskan ke Gubernur Aceh.
Bagi Prabowo yang berlatar belakang militer, sikap seperti ini tak bisa ditolerir. Dalam dunia tentara, kata dia, pergi di saat krisis sama saja dengan desersi. Seorang prajurit yang menolak perintah atasan.
Di sisi lain, publik pun geram. Foto-foto Mirwan dan istrinya, Devina Fisah, di Mekkah beredar luas, diunggah oleh akun Instagram sebuah biro perjalanan umroh. Keberangkatannya di tengah musibah warga itu menuai badai kritik.
Hingga kini, Mirwan MS sendiri belum memberikan konfirmasi jelas. Akun Instagram pribadinya hanya menampilkan video dari empat hari lalu, saat dia mengunjungi salah satu lokasi banjir. Itu pun tak cukup meredam amarah. Kolom komentarnya dipenuhi hujatan dan kekecewaan warga yang merasa ditinggalkan.
Rasanya, keputusan cepat Gerindra untuk memecatnya adalah langkah yang tak terhindarkan. Sebuah babak memalukan yang berakhir dengan pemecatan.
Artikel Terkait
Masa Depan Bukan Milik yang Punya Data Terbanyak, Tapi yang Tahu Cara Memaknainya
Gemuruh di Tengah Hujan: Longsor Cisarua Tewaskan Puluhan Jiwa
Penampilan Jadi Tuhan Baru: Saat Penilaian Hanya Berhenti di Kulit Luar
Anggota Komcad Diamankan di Warung Padang Sambian Terkait Senjata Ilegal