Dalam tulisannya, Ida Fitri mengingatkan sebuah ironi yang pahit. Di satu sisi, bencana banjir memang membutuhkan penanganan serius dan dana tidak sedikit. Namun begitu, para pendidik yang seharusnya digaji justru termasuk dalam kelompok yang ikut menderita akibat banjir.
Pertanyaannya jadi sederhana namun mendesak: dengan gaji yang tertahan, lantas bagaimana mereka bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah situasi sulit?
Unggahan itu ditutup dengan permohonan. "Mohon dipikirkan dan segera diselesaikan, Bapak," tulis Ida Fitri, sebuah seruan yang mewakili kegelisahan banyak orang. Desakan agar masalah ini segera dicarikan solusinya terdengar jelas. Harapannya, tidak ada yang harus terjepit lebih lama lagi.
Artikel Terkait
Bumi Memanas Lebih Cepat, KLHK Buru-buru Tinjau Ulang Tata Ruang
Kematian di Tangan ICE: Krisis Kepercayaan dan Gelombang Protes yang Mengguncang Amerika
John Sitorus Sindir Siti Nurbaya Usai Rumahnya Digeledah: Gabung Saja ke PSI
Brian Yuliarto Buka Kartu: Kampus dan Industri Harus Jalin Kolaborasi Nyata untuk Pacu Ekonomi