Suasana Kota Kalogi, Sudan, berubah jadi mimpi buruk pada Kamis lalu. Sebuah serangan drone, menurut laporan, menghantam tempat yang seharusnya paling aman: sebuah taman kanak-kanak dan rumah sakit. Wilayah ini memang berada di bawah kendali tentara.
Korban jiwa berjatuhan. Pejabat lokal pada Minggu (7/12) menyebut puluhan warga sipil tewas dalam insiden mengerikan itu. Essam al-Din al-Sayed, kepala unit administratif setempat, menggambarkan kronologinya dengan jelas.
Serangan itu, kata Essam, adalah ulah Paramiliter Sudan atau Rapid Support Forces (RSF) bersama sekutunya, faksi Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan-Utara pimpinan Abdelaziz al-Hilu. Tudingan ini muncul di tengah konflik yang sudah berlarut-larut.
Memang, sejak April 2023, tentara dan RSF sudah terlibat perang saudara yang kejam. Konflik ini telah merenggut puluhan ribu nyawa dan memaksa hampir 12 juta orang meninggalkan rumah mereka. Situasinya benar-benar kacau.
Di sisi lain, mengonfirmasi laporan dari wilayah Kordofan itu bukan perkara mudah. Komunikasi sering putus, akses ke lokasi sangat terbatas, dan kondisi keamanan terus memburuk dari hari ke hari. Verifikasi independen, seperti yang diungkapkan AFP, nyaris mustahil.
Artikel Terkait
PSG Hajar Chelsea 5-2 dalam Laga Spektakuler Babak 16 Besar Liga Champions
Valverde Cetak Hattrick, Real Madrid Hancurkan Manchester City 3-0 di Liga Champions
12 Maret dalam Catatan Sejarah: Dari Awal Orde Baru Hingga Pawai Garam Gandhi
Panglima TNI Lakukan Rotasi Besar-besaran, Pangdam Jaya Naik Pangkat