Panglima TNI Lakukan Rotasi Besar-besaran, Pangdam Jaya Naik Pangkat

- Kamis, 12 Maret 2026 | 02:50 WIB
Panglima TNI Lakukan Rotasi Besar-besaran, Pangdam Jaya Naik Pangkat

JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kembali melakukan pergeseran posisi di tubuh tentara. Kali ini, rotasi dan mutasi menjangkau sejumlah jabatan strategis yang cukup vital.

Menanggapi hal ini, Kapuspen TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah menyebutnya sebagai hal yang wajar. Menurutnya, mutasi jabatan adalah bagian dari pembinaan karier prajurit sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan organisasi yang dinamis.

“Perlu saya sampaikan bahwa mutasi jabatan di tubuh TNI merupakan hal yang biasa, dalam rangka pembinaan karier prajurit dan kebutuhan organisasi,” ucap Kapuspen, Rabu (11/3/2026).

Di sisi lain, ada satu perubahan struktural yang menarik perhatian. Panglima TNI juga melakukan validasi organisasi di Kodam Jaya/Jayakarta. Imbasnya, pimpinan tertinggi di kesatuan itu kini akan dijabat oleh perwira berbintang tiga.

Mayjen TNI Deddy Suryadi tetap memegang tampuk pimpinan sebagai Pangdam Jaya. Hanya saja, pangkatnya bakal dinaikkan menjadi Letnan Jenderal.

Lalu, bagaimana dengan rincian mutasinya? Pergantian posisi ini melibatkan banyak nama. Letjen TNI Bambang Trisnohadi, misalnya, yang semula menjabat Pangkogabwilhan III, kini dimutasi menjadi Kaster TNI. Posisinya di Pangkogabwilhan III diambil alih oleh Mayjen TNI Lucky Avianto, yang sebelumnya merupakan Pangdam XXIV/Mandala Trikora.

Kosongnya posisi Pangdam XXIV/Mandala Trikora kemudian diisi oleh Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia. Ia berpindah dari tugasnya sebagai Perwira Sahli Tingkat III KSAD Bidang Ekonomi dan Kesra.

Rotasi terus berlanjut. Brigjen TNI Mirza Patria Jaya, dari Direktur C Bais TNI, mendapat tugas baru menggantikan Pelamonia. Sementara itu, Kolonel Infanteri Wahyo Yuniartoto naik jabatan dari Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana menjadi Direktur C Bais TNI.

Tak berhenti di situ. Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda berpindah dari Danrem 173/Praja Vira Braja ke posisi Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana. Posisi Danrem yang ditinggalkannya kemudian diisi oleh Brigjen TNI Vivin Alivianto, yang sebelumnya adalah Kasdivif 1 Kostrad.

Jabatan Kasdivif 1 Kostrad sendiri kini dipegang oleh Brigjen TNI Setyo Wibowo, yang berasal dari posisi Asops Kaskostrad.

Ada juga pergerakan di lingkup staf markas besar. Mayjen TNI Suhardi, yang semula menjabat Aster Panglima TNI, kini ditugaskan sebagai Wakaster TNI. Lalu, Mayjen TNI Arnold Aristoteles Paplapna ditetapkan menjadi Staf Khusus Kasad.

Di wilayah timur, terjadi juga perubahan. Mayjen TNI Amrin Ibrahim tidak lagi menjabat Pangdam XVII/Cenderawasih. Ia ditugaskan menjadi Tenaga Ahli Pengajar Bidang Strategi Lemhannas. Posisi Pangdam XVII/Cenderawasih yang ditinggalkannya kemudian diisi oleh Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, yang sebelumnya bertugas sebagai Perwira Sahli Bidang Polkamnas Panglima TNI.

Serangkaian mutasi ini, terlepas dari kerumitannya, menunjukkan dinamika internal TNI yang terus berjalan. Pembaruan dan penyegaran di pos-pos komando tampaknya menjadi fokus utama dalam periode ini.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar