Surat edaran dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian soal larangan kepala daerah keluar wilayah saat Lebaran mulai mendapat respons dari parlemen. Intinya jelas: para bupati, wali kota, dan gubernur diminta tetap siaga di daerah masing-masing. Kalau melanggar? Ada konsekuensinya, dan bukan main-main.
Anggota Komisi II DPR, Ahmad Irawan, secara khusus mengingatkan soal sanksi yang bisa menanti. Aturan mainnya sudah ada, tertuang dalam UU Pemerintahan Daerah.
Dia berharap instruksi dari Kemendagri itu dipatuhi dengan penuh kesadaran. Tujuannya sederhana: agar tak perlu ada yang sampai kena hukuman. Namun begitu, Irawan tak cuma bicara soal ancaman. Di sisi lain, dia juga mendorong adanya penghargaan.
Latar belakang edaran ini sebenarnya cukup jelas. Menjelang Idulfitri 1447 H ini, ramai kabar sejumlah kepala daerah berencana melakukan perjalanan, termasuk umrah. Tito Karnavian khawatir, momentum penting justru ditinggalkan oleh pimpinan tertinggi di daerah. Padahal, saat itulah layanan publik harus benar-benar optimal.
Artikel Terkait
Dolar AS Menguat Signifikan di Tengah Lonjakan Harga Minyak
Gunung Semeru Erupsi Empat Kali, Kolom Abu Capai 600 Meter
Menpora Erick Thohir Kecam Pelecehan Seksual oleh Pelatih Kickboxing di Jawa Timur
Drone Iran Klaim Serang Dubai, Otoritas Setempat Sebut Insiden Jatuh