Mahkamah Rakyat Tertinggi Kuba baru-baru ini membuat keputusan yang mengguncang. Alejandro Gil Fernandez, mantan Menteri Perekonomian, harus menghadapi kenyataan pahit: hukuman penjara seumur hidup. Vonis itu dijatuhkan setelah pengadilan menyatakan dia terbukti terlibat dalam kasus spionase.
Ini bukan vonis biasa. Banyak yang menilai, kasus terhadap Gil Fernandez adalah yang paling menonjol melibatkan eks pejabat tinggi di Kuba dalam kurun waktu belakangan ini.
Menurut laporan Associated Press pada Selasa (9/12/2025), persidangan yang berlangsung Senin lalu akhirnya berujung pada hukuman maksimal tersebut. Tapi ceritanya tak berhenti di situ.
Di sisi lain, ternyata ada sidang terpisah yang menjeratnya. Untuk kasus lain yang meliputi penyuapan, pemalsuan dokumen, plus penggelapan pajak, Gil Fernandez kembali dihukum. Kali ini, dia harus mendekam di penjara selama 20 tahun.
Pria yang pernah menjadi tangan kanan Presiden Miguel Diaz-Canel ini memang punya karier cemerlang. Dia memimpin Kementerian Perekonomian dari 2018 hingga 2024. Bahkan pada 2019, dipercaya menduduki posisi Wakil Perdana Menteri.
Namun begitu, kedekatannya dengan sang presiden pun akhirnya runtuh. Diaz-Canel sendiri yang mencopotnya dari jabatan.
Beberapa pekan pasca pemberhentian itu, presiden secara terbuka menyebut mantan sekutunya telah melakukan "kesalahan serius". Diaz-Canel menegaskan, korupsi adalah hal yang tak bisa ditoleransi.
Sayangnya, pernyataan itu tidak diikuti dengan penjelasan detail. "Kesalahan serius" seperti apa yang dimaksud, tetap menjadi tanda tanya besar bagi publik.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi