Di tengah suasana Ramadan, Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia menyambangi Pondok Pesantren Az-Zainiyyah di Nagrok, Sukabumi. Kunjungan ini bukan sekadar seremonial belaka. Ada pesan penting yang ia bawa, terutama soal kesempatan yang lebih adil bagi para santri.
Bahlil dengan tegas berjanji akan mendorong agar beasiswa LPDP tak hanya dinikmati oleh mereka yang menempuh pendidikan umum. "Lewat Fraksi Partai Golkar, kami lagi berupaya betul," ujarnya.
"Dana LPDP ini juga jangan hanya dirasakan oleh pendidikan-pendidikan umum. Harus mengalir kepada santri-santri," tegas Bahlil di hadapan para santri, Minggu lalu.
Menurutnya, anggapan bahwa lulusan sekolah umum lebih hebat adalah keliru. Bahlil justru mengambil contoh dari pengalaman pribadinya. Ia sendiri berasal dari SD Inpres, sekolah sederhana di pelosok.
"Saya menganut mazhab bahwa sekolah tidak menjamin kualitas seseorang," katanya. "Yang menjamin ya orang itu sendiri."
Ia yakin pesantren punya kualitas yang tak kalah, bahkan kerap lebih baik. Hanya saja, menurut Bahlil, yang kurang adalah sentuhan dan kesempatan. Ia menyindir persyaratan beasiswa yang dianggapnya terlalu memberatkan anak-anak dari kalangan biasa.
"Jangan disuruh syaratnya TOEFL 700 atau 800. Ya itu mah cuma buat orang-orang kaya aja," ucapnya dengan nada getir.
Di sisi lain, Bahlil juga menyemangati para santri untuk tak pernah berhenti berjuang. Masa depan, katanya, bukan soal siapa yang paling pintar atau paling kaya. Ia punya filosofi sendiri.
"Masa depan itu... yang cepat akan mengalahkan yang lambat. Kalau saya tidak cepat, mana mungkin bisa jadi Ketum Golkar?"
"Jadi, cepat, tangguh, dan fight!" serunya memompa semangat.
Agenda ini merupakan bagian dari safari Ramadan Partai Golkar. Tampak hadir mendampingi, sejumlah petinggi partai seperti Waketum Ace Hasan Syadzily dan Meutya Hafid, Sekjen Muhammad Sarmuji, hingga Agus Gumiwang Kartasasmita. Beberapa nama lain seperti Puteri Komarudin, Dave Laksono, dan Dewi Asmara juga turut meramaikan kunjungan yang penuh dengan obrolan hangat ini.
Artikel Terkait
Menhan Sjafrie Bahas Kerja Sama AS dan Penambahan Batalyon Baru dalam Pertemuan Hangat dengan Purnawirawan TNI
Khalid Basalamah Kembalikan Rp8,4 Miliar ke KPK, Klaim Tidak Tahu Asal Usul Uang
Langit Mei 2026 Siapkan Dua Hujan Meteor dan Fenomena Blue Moon yang Langka
Ammar Zoni Divonis 7 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar atas Kasus Narkoba di Rutan Salemba