Pemerintah Targetkan Pembangunan PLTS Raksasa 100 Gigawatt untuk Kurangi Ketergantungan Diesel

- Kamis, 12 Maret 2026 | 07:15 WIB
Pemerintah Targetkan Pembangunan PLTS Raksasa 100 Gigawatt untuk Kurangi Ketergantungan Diesel

Jakarta - Ketergantungan pada energi fosil, terutama diesel, tampaknya mulai benar-benar dikurangi oleh pemerintah. Upaya percepatan pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) kini digenjot, tak hanya untuk ketahanan energi nasional, tapi juga kemandirian.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan salah satu langkah konkretnya adalah dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) raksasa, dengan target mencapai 100 gigawatt. "Saat ini kita punya pembangkit itu masih pakai diesel, sebagian batubara, sebagian gas," ujarnya.

"Arahan Bapak Presiden agar kita tidak tergantung pada fosil, khususnya diesel, maka diarahkan untuk kita membangun PLTS 100 gigawatt," kata Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Kamis lalu.

Ini bukan sekadar proyek biasa. Menurut Bahlil, langkah ini adalah bagian dari transisi energi besar-besaran yang memanfaatkan sumber daya dalam negeri. Tujuannya jelas: mengurangi ketergantungan impor energi fosil. "Nah, dengan kita memakai power plant seperti ini, maka kita tidak tergantung lagi dari luar negeri," tegasnya.

Namun begitu, upaya pemerintah tak cuma bertumpu pada matahari. Optimalisasi EBT juga akan digarap melalui sumber lain, seperti panas bumi (geothermal) dan tenaga air. Potensinya dianggap sangat besar.

Dorongan utama tentu datang dari Istana. Sehari sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sudah menegaskan komitmennya. Percepatan EBT, baginya, adalah kunci kemandirian energi. "Kita sudah punya niat untuk swasembada energi yang kita yakin akan tercapai dalam empat tahun," kata Prabowo dalam acara Syukuran HUT ke-1 Danantara Indonesia, Rabu (11/3).

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar