TNI Rampungkan Jembatan Gantung 80 Meter di Sukabumi, Akses Warga Dipulihkan

- Minggu, 07 Desember 2025 | 12:25 WIB
TNI Rampungkan Jembatan Gantung 80 Meter di Sukabumi, Akses Warga Dipulihkan

Jembatan Gantung 80 Meter Dibangun TNI di Sukabumi, Diharapkan Percepat Mobilitas Warga

Sabtu lalu, suasana di Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, Sukabumi, tampak berbeda. Mayjen TNI Lin Nofrianto, sang Kepala Badan Logistik TNI, turun langsung ke lokasi. Tujuannya jelas: mengecek progres pembangunan sebuah jembatan gantung yang sedang dikerjakan pasukannya. Dia ingin memastikan semua berjalan sesuai rencana, tanpa ada yang terlewat dari standar operasional yang sudah ditetapkan.

Jembatan ini bukan sembarang jembatan. Dengan bentang sekitar 80 meter, infrastruktur ini akan menjadi penghubung vital. Ia akan menyambungkan Kampung Bojong Koneng di Desa Mekar Mukti dengan Kampung Citaropong di Desa Sirnasari. Bayangkan saja, dua wilayah yang sebelumnya terpisah, nantinya bisa terhubung lebih cepat. Dampaknya, mobilitas warga untuk urusan sehari-hari dipastikan bakal jauh lebih lancar.

Menurut Mayjen Nofrianto, proyek ini adalah wujud nyata kehadiran TNI untuk masyarakat. Fokusnya pada pemulihan akses yang terputus. Dia menegaskan, seluruh personel di lapangan bekerja keras, bahkan sampai larut malam, agar jembatan bisa selesai tepat waktu dan tentunya, aman untuk dilintasi.

“Pembangunan jembatan yang nantinya akan digunakan oleh masyarakat adalah perintah langsung dari bapak Panglima TNI. Ini sangat penting karena kemaren sudah ada jembatan disini namun dengan arus yang besar putus. Ini kita sudah mulai, tadi juga sudah saya sampaikan kepada reka-rekan di wilayah, kita kerja semaksimal mungkin, malampun kita kerjakan, ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita,”

Ungkapan itu disampaikannya dengan nada serius, namun penuh tekad. Jelas terasa betapa pentingnya proyek ini bagi warga setempat.

Di sisi lain, manfaat jembatan ini diperkirakan bakal meluas. Bukan cuma untuk memotong waktu tempuh. Aktivitas sosial-ekonomi yang sempat tersendat karena akses terputus, diharapkan bisa bergeliat kembali. Jalur distribusi barang dan hasil bumi akan terbuka. Yang tak kalah penting, akses anak-anak ke sekolah dan keluarga ke puskesmas atau layanan publik lain, akan jadi jauh lebih mudah.

Pada akhirnya, jembatan gantung ini lebih dari sekadar tumpangan besi dan kayu. Ia adalah simbol penghubung, pemulihan, dan harapan untuk kemajuan dua wilayah di Sukabumi itu.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler