Wakapolda Riau Serukan Sinergi Seluruh Elemen Jaga Keamanan Ramadan

- Senin, 02 Maret 2026 | 23:25 WIB
Wakapolda Riau Serukan Sinergi Seluruh Elemen Jaga Keamanan Ramadan

Di Polres Kampar, suasana berbeda terasa pekan ini. Polda Riau baru saja menggelar Safari Ramadan, sebuah agenda tahunan yang kali ini diwarnai pesan-pesan tegas dari pimpinan. Wakapolda Riau, Brigjen Hengki Haryadi, hadir langsung dan bicara blak-blan. Intinya? Keamanan di bulan suci ini adalah urusan bersama, bukan cuma polisi.

Acaranya sendiri ramai. Hadir bukan hanya jajaran polisi dari Polda dan Polres, tapi juga segenap unsur Forkopimda Kabupaten Kampar. Mulai dari perwakilan Bupati, Ketua DPRD, Kajari, sampai perwira TNI dari Kodim 0313/Kampar dan Yonif 132/BS. Mereka semua duduk satu meja, membicarakan hal yang sama: bagaimana situasi kondusif bisa dijaga.

Brigjen Hengki, dalam sambutannya, menekankan Ramadan punya makna lebih dari sekadar puasa. Ini momentum untuk merajut silaturahmi dan membangun kesadaran kolektif. Ia berharap masyarakat tak sungkan ikut serta menjaga kamtibmas.

"Keamanan itu bukan hanya tanggung jawab aparat polisi semata. Aparat tidak dapat bekerja sendiri, kita butuh kerja sama seluruh elemen bangsa,"

Brigjen Hengki Haryadi, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, kunci utamanya ada pada sistem pengawasan terpadu. Pemerintah daerah, imigrasi, dan dukungan teknologi seperti CCTV harus bersinergi. Hanya dengan cara itu stabilitas keamanan nasional bisa dikawal.

Namun begitu, ancaman tak cuma datang dari dalam. Hengki juga mengingatkan semua yang hadir tentang dampak konflik internasional. Ketegangan global, katanya, bisa memicu lonjakan harga minyak dan sembako. Imbasnya? Aktivitas masyarakat meningkat dan potensi gangguan keamanan, apalagi jelang Lebaran, harus diwaspadai.

Lalu ada tantangan lokal yang tak kalah pelik. Sebagai daerah perbatasan dengan Malaysia, Riau jadi pintu masuk rawan untuk peredaran narkoba dan kejahatan lintas negara. Belum lagi fenomena sosial seperti geng motor yang melibatkan anak-anak. Semua ini, diakui Hengki, butuh perhatian ekstra.

“Pola kejahatan kini telah berubah dari konvensional menjadi digital,” tambahnya. Tingginya penggunaan internet memicu maraknya kejahatan siber dan penyalahgunaan media sosial. “Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk melindungi generasi muda,” tegasnya.

Di sisi lain, kegiatan ini sendiri sebenarnya sudah jadi simbol. Sebuah gambaran soliditas antara TNI, Polri, dan Pemkab Kampar. Kehadiran personel TNI dalam acara itu bukan sekadar formalitas, melainkan penegasan komitmen untuk pengamanan wilayah yang benar-benar terintegrasi.

Rangkaian acara akhirnya ditutup dengan nuansa kekeluargaan. Mereka berbuka puasa bersama, lalu salat Magrib berjamaah di Masjid Al-Ikhlas. Makan malam pun dilanjutkan dalam situasi yang aman dan penuh keakraban. Sebuah penutup yang sederhana, tapi sarat makna.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar