Asisten Virtual UGM Salah Jawab, Sebut Jokowi Tak Lulus dari Kampusnya

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 15:25 WIB
Asisten Virtual UGM Salah Jawab, Sebut Jokowi Tak Lulus dari Kampusnya

Video singkat yang beredar di media sosial beberapa waktu lalu cukup menyita perhatian. Dalam rekaman itu, seorang pengguna menanyakan status Presiden Joko Widodo sebagai alumni UGM kepada asisten virtual kampus, LISA. Jawabannya? Bikin banyak orang mengernyitkan dahi.

LISA dengan tegas menyebut Jokowi bukan alumni. Meski di sisi lain, ia juga menyebutkan bahwa mantan walikota Solo itu pernah menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM, tapi dan ini yang jadi sorotan "tidak lulus". Pertanyaan yang sama diajukan dua kali, dan jawaban yang muncul tetap konsisten: tidak lulus.

Namun begitu, siapa sangka, kontroversi kecil ini justru mengungkap fakta menarik tentang si robot asisten itu sendiri.

Ketika saya cek langsung ke lokasi, Jumat lalu, LISA yang biasanya siap melayani di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM sedang tak bisa diajak bicara. Layarnya hanya menampilkan pesan sederhana: "Halo, saya LISA. Saat ini layanan sedang ditingkatkan untuk memberikan pengalaman yang lebih baik." Rupanya, ia sedang menjalani semacam perawatan.

Karya Anak Kampus yang Masih "Sekolah"

Juru bicara UGM, Dr. I Made Andi Arsana, membenarkan bahwa LISA adalah produk asli kampus. "LISA adalah bagian dari program UGM University Services yang dikembangkan Biro Transformasi Digital dan Direktorat Kemahasiswaan UGM," jelas Andi.

Ia menegaskan, sistem ini dikembangkan bersama mitra, Botika.

Tapi, jangan dibayangkan LISA itu seperti ChatGPT atau Gemini yang punya wawasan luas. Kapasitasnya jauh lebih spesifik. Basis datanya terbatas pada informasi internal UGM seputar akademik, administrasi, dan hal-hal terkait kehidupan kampus. Itu saja.

Nah, poin krusialnya di sini: LISA masih dalam masa soft launching. Artinya, ia masih dalam tahap belajar. Menurut Andi, sistem ini belajar dari dua sumber. Utamanya ya dari data internal UGM tadi. Kalau datanya kurang, barulah ia mencari referensi dari internet.

Proses belajar ini, tentu saja, sangat bergantung pada kualitas dan ketepatan data yang masuk. Dan dalam kasus Jokowi ini, tampaknya ada yang salah dalam proses "belajar"-nya.

Klarifikasi dan Pelajaran yang Didapat

Andi dengan lugas mengakui bahwa respons LISA soal status kelulusan Presiden itu tidak akurat. Bahkan menunjukkan inkonsistensi.

"Informasi yang disampaikan LISA tidak akurat," tegasnya. "UGM menegaskan bahwa Joko Widodo adalah alumni yang lulus dari UGM seperti dinyatakan oleh Rektor."

Justru dari sini, kata Andi, kita bisa melihat bahwa LISA memang tidak dirancang untuk menangani pertanyaan-pertanyaan semacam itu. Kejadian viral ini malah menjadi bukti nyata bahwa sistemnya masih terus diasah. Masih perlu banyak belajar untuk meningkatkan akurasi jawabannya.

Jadi, sederhananya, kasus ini lebih mencerminkan proses tumbuh kembang sebuah teknologi, ketimbang sebuah pernyataan faktual. LISA masih "mahasiswa" yang sedang banyak belajar. Dan seperti mahasiswa pada umumnya, kadang ia juga bisa salah menjawab saat ujian dadakan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar