Sebuah video yang beredar di media sosial membuat banyak orang bergidik. Tampak seorang guru SMP di Luwu Utara, Sulawesi Selatan, berlumuran darah. Diduga, ia menjadi korban penganiayaan oleh siswa sendiri. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Senin (26/1/2026) di SMP Negeri 1 Baebunta Selatan.
Guru itu bernama Arpan Lisman. Dalam rekaman yang viral, suara seorang perempuan terdengar pilu menyaksikan kondisinya.
“Kenapa sampai begini berdarah hee lapuang. Eee kasiannya sampai begini,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).
Semuanya berawal dari jam pelajaran biasa. Arpan, yang sedang bertugas, mendapati kelasnya nyaris kosong. Hanya satu siswa yang duduk di dalam. Rupanya, terjadi aksi bolos massal.
Bukannya diam, ia pun memutuskan untuk mencari. Setelah berkeliling, akhirnya ia menemukan segerombolan siswa itu berkumpul di depan kantor sekolah, sekitar seratus meter dari kelas mereka.
Nah, di sinilah masalah mulai muncul. Teguran sang guru bukannya diindahkan. Suasana malah memanas dengan cepat. Ketegangan yang terjadi kemudian berujung pada insiden berdarah itu, di mana Arpan dilaporkan mengalami luka-luka.
Menanggapi kasus ini, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan setempat langsung turun tangan. Mereka sedang melakukan pemeriksaan internal untuk mengurai kronologi dan motif di baliknya.
Di sisi lain, kejadian ini tentu saja menimbulkan kecaman. Banyak dari kalangan pendidik setempat yang geram. Mereka menuntut adanya perlindungan yang lebih konkret bagi guru saat menjalankan tugasnya. Jangan sampai profesi mulia justru menjadi berisiko.
Sementara itu, kepolisian sudah mengetahui kabar ini. Namun begitu, mereka masih menunggu laporan resmi dari korban atau pihak sekolah sebelum bisa memulai penyelidikan secara hukum. Semua mata kini tertuju pada proses hukum dan langkah lanjutan dari pihak berwajib.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu