Lalu, apa yang sudah dilakukan? Komdigi tak tinggal diam. Upaya perlindungan data pribadi, kata Yusuf, digencarkan melalui berbagai program. Fokusnya dua arah.
"Untuk perlindungan data, bimbingan teknis intensif kami berikan terutama kepada penyelenggara sistem elektronik. Mereka kan yang memegang data," jelasnya.
"Di sisi lain, edukasi ke masyarakat juga jalan. Lewat BIMTEK dan program Digi Talent. Kami punya mini kursus e-learning yang bisa diakses siapa saja buat menambah pemahaman tentang cara melindungi data pribadi."
Acara itu sendiri tidak cuma talkshow. Para peserta kebanyakan mahasiswa juga mendapat materi dari Wakil Dekan FT Unsoed Nurul Hidayat dan Sekjen Perhimpunan Bank Nasional Anika Faisal. Agar tidak monoton, sesi workshop dan mini games yang diisi oleh Co-Founder Karsa-Siber, David Gilbert Hasudungan, turut memeriahkan suasana.
Pada intinya, pesan yang ingin disampaikan sederhana: di dunia digital yang makin ruwet, literasi bukan lagi pilihan. Itu kebutuhan. Dan pertahanan terbaik tetap dimulai dari kesadaran diri sendiri.
Artikel Terkait
Transjakarta, MRT, dan LRC Catat Rekor 461 Juta Penumpang di 2025
Desa di Balik Hutan: Pemerintah dan DPR Bahas Nasib Ribuan Kampung Tertinggal
Dompet dan Buku Harian Pramugari Ditemukan di Lereng Bulusaraung
Tiga Guru Besar Siap Dukung Tifa di Sidang Kasus Ijazah Jokowi