Vladimir Putin baru-baru ini mengakui, pembicaraan damai dengan pihak Amerika Serikat soal Ukraina punya arti penting. Hanya saja, menurut Presiden Rusia itu, jalan menuju perdamaian terhambat oleh tuntutan yang terlampau tinggi dan ambisi teritorial yang sulit dipenuhi.
Menjelang kunjungannya ke New Delhi, Putin dalam wawancara dengan India Today TV mengungkap rencana untuk mengambil alih kawasan Donbas dengan cara paksa. Pernyataannya ini jelas mengubah nada diplomasi yang sebelumnya terdengar.
“Intinya sederhana,” ujarnya.
“Apakah kami akan membebaskan wilayah tersebut dengan paksa, atau pasukan Ukraina yang akan meninggalkan wilayah itu dan berhenti bertempur di sana.”
Kutipan itu disiarkan kantor berita Tass, Kamis lalu, dan dilaporkan juga oleh sejumlah media internasional.
Perlu diingat, invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina dimulai Februari 2022. Tapi konflik di Donbas sendiri sudah berlangsung delapan tahun sebelumnya, melibatkan separatis pro-Rusia dan tentara Ukraina di wilayah Donetsk dan Luhansk. Puluhan ribu tentara dikerahkan Putin saat itu.
Artikel Terkait
Moving: Drama Superhero Korea yang Curi Perhatian dan Raih Daesang
Korban Penjambretan di Sleman Berbalik Jadi Tersangka Usai Kejar Pelaku
Dahlan Iskan Ungkap Kerugian Rp2 Triliun Akibat Guncangan Harga Batu Bara
Potret Pahit Pendidikan Indonesia: Skor TKA 2025 Buka Mata dan Jurang Antardaerah