Pramono Anung Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca hingga 2026, Sumur Resapan Tak Jadi Prioritas

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 01:50 WIB
Pramono Anung Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca hingga 2026, Sumur Resapan Tak Jadi Prioritas

Jakarta diguyur hujan deras belakangan ini, dan ancaman banjir selalu mengintai. Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membeberkan strategi penanganannya. Rencananya dilakukan bertahap, dari langkah cepat hingga solusi jangka panjang yang lebih mendasar.

Untuk jangka pendek, Pemprov memilih mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC. Sementara itu, rencana ke depannya adalah normalisasi sungai-sungai di Ibu Kota.

Pramono bahkan sudah memutuskan untuk memperpanjang masa operasi OMC ini. "Ya intinya karena sekarang ini curah hujannya juga masih cukup tinggi, dan kenapa kemudian OMC-nya juga akan kita lakukan sampai dengan tanggal 27," ujarnya.

Jadi, operasi tersebut akan berlangsung hingga 27 Januari 2026 mendatang. Alasannya sederhana: prediksi cuaca ekstrem masih mengancam Jakarta dalam waktu dekat.

Lalu bagaimana dengan program sumur resapan yang sempat gencar di era sebelumnya? Saat ditanya soal ini, Pramono bersikap pragmatis. Ia tak ingin terjebak dalam perdebatan.

"Jadi saya terus terang tidak ingin memperdebatkan persoalan sumur resapan. Karena apa pun yang bisa dimanfaatkan, kita manfaatkan," tutur politisi PDIP itu dengan tegas.

Artinya, sumur resapan yang sudah ada akan difungsikan. Namun, untuk membuat yang baru? Pemerintah provinsi belum punya rencana itu.

"Kan sumur resapan pernah dibuat, yang ada ya kita manfaatkan, kita fungsikan. Tetapi sampai hari ini kita belum merencanakan membuka sumur resapan baru," jelasnya lagi.

Di sisi lain, Pramono juga tak lupa mengingatkan warganya. Terutama bagi mereka yang rumahnya berdekatan dengan aliran sungai. Imbauannya jelas: tetap waspada.

Sebab, hujan dengan intensitas tinggi masih akan terus datang. "Maka bagi warga di mana pun mereka berada, terutama di bantaran sungai, untuk lebih hati-hati," pesannya. Ancaman luapan sungai masih nyata, dan kewaspadaan adalah kunci.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar