Rapat kerja Komisi IV DPR pada Kamis lalu ternyata memanas. Anggota dari fraksi PKS, Rahmat Saleh, secara langsung menyinggung posisi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Intinya sederhana: soal tanggung jawab atas banjir besar yang menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Rahmat tak segan memberi contoh dari negeri tetangga. Ia bercerita tentang dua menteri di kabinet Presiden Filipina Ferdinand "Bongbong" Marcos.
"Tanggal 18 November itu, kabinetnya Pak Ferdinand Marcos di Filipina, mereka juga kena banjir. Tapi sikapnya gentleman. Dua menterinya mengundurkan diri karena merasa tidak mampu mengatasi masalah," ujar Rahmat di kompleks Parlemen Senayan.
"Jadi bukan sesuatu yang salah juga kalau menteri yang tidak sanggup mengatasi ini mundur. Itu justru tugas yang mulia menurut saya," lanjutnya, dengan nada tegas.
Usai rapat, tentu saja pertanyaan itu mengikuti Raja Juli. Soal mundur dari kabinet, misalnya. Menanggapi, ia terlihat tenang dan menyatakan kesiapannya untuk dievaluasi.
Artikel Terkait
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Pemicu Banjir Bandang Sumatera
Ibu Rumah Tangga Pekanbaru Terjerat Utang Ratusan Juta Diduga Dijerat Oknum Polisi
Makan Bergizi Gratis: Jembatan Emas atau Jalan Pintas yang Mahal?
Garis Batas Pulau Sebatik Dirapikan, Indonesia Dapat Tambahan 127 Hektare