"Saya yakin, namanya kekuasaan itu milik Allah. Dan itu hak prerogatif presiden sepenuhnya. Jadi saya siap dievaluasi," kata Raja Juli kepada para wartawan yang mengepungnya.
Dia lalu menambahkan, "Ya monggo saja. Tanggung jawab saya cuma satu: bekerja semaksimal mungkin yang saya bisa. Selanjutnya, itu sepenuhnya hak Pak Presiden."
Di sisi lain, menteri ini juga mengakui banyaknya kritik pedas yang menghujani dirinya di media sosial. Tapi anehnya, ia justru menghargai semua itu.
"Kritik netizen kepada saya, saya nggak pernah hapus, ya. Itu bagian dari... ya, aspirasi, kemarahan, atau bahkan harapan dan ekspektasi mereka," katanya. Sebuah pengakuan yang jarang terdengar dari seorang pejabat.
Artikel Terkait
Kajari Sampang Dibawa ke Jakarta, Bupati Hanya Diperiksa di Lokal
Karung Hijau dan Uang Rp 2,6 Miliar: Kisah Suap Jabatan di Pati
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan, Sumatera Mulai Dipulihkan
Kisah Buzzer Rp 600 Juta untuk Penyelamat Harvey Moeis Terungkap di Sidang