"Saya yakin, namanya kekuasaan itu milik Allah. Dan itu hak prerogatif presiden sepenuhnya. Jadi saya siap dievaluasi," kata Raja Juli kepada para wartawan yang mengepungnya.
Dia lalu menambahkan, "Ya monggo saja. Tanggung jawab saya cuma satu: bekerja semaksimal mungkin yang saya bisa. Selanjutnya, itu sepenuhnya hak Pak Presiden."
Di sisi lain, menteri ini juga mengakui banyaknya kritik pedas yang menghujani dirinya di media sosial. Tapi anehnya, ia justru menghargai semua itu.
"Kritik netizen kepada saya, saya nggak pernah hapus, ya. Itu bagian dari... ya, aspirasi, kemarahan, atau bahkan harapan dan ekspektasi mereka," katanya. Sebuah pengakuan yang jarang terdengar dari seorang pejabat.
Artikel Terkait
Komisi VIII DPR Pastikan Persiapan Haji 2026 Berjalan, Arab Saudi Belum Beri Penjelasan Resmi
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Sebut Kondisi Keamanan dan Politik Tak Memungkinkan
BMKG Imbau Waspada Potensi Hujan Sedang hingga Lebat di Sebagian Besar Sulsel
Israel Lancarkan Serangan Besar ke Basis Hizbullah di Beirut, Balasan Roket Mendarat di Utara