Diawali oleh rasa cemburu yang menggerogoti, seorang pria berinisial MY (30) akhirnya menghabisi nyawa mantan pacarnya, AS (21), di kawasan Nongsa, Batam. Korban tewas dibunuh lantaran sang pelaku tak terima mantannya itu telah memiliki pasangan baru. Keduanya diketahui merupakan pasangan sesama jenis.
Tak lama setelah kejadian, sebuah video yang cukup mengerikan beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat pacar baru AS seorang pria berinisial AB berdiri di depan rumah dengan kondisi berlumuran darah. Sambil memegang telepon, ia tampak panik meminta pertolongan. Sementara itu, di dalam kamar, AS sudah tak bergerak lagi.
Menurut penjelasan Kapolresta Barelang, Kombes Anggoro Wicaksono, rencana jahat MY ini sudah disusun sejak pagi. Dia bahkan sempat mengikuti AS ke sebuah minimarket di Batu Besar. Tapi, karena tempat itu ramai, niatnya urung dilakukan.
“Tersangka kemudian menuju rumah milik seorang pria berinisial AB yang berada di Perumahan Family Dream. Saat itu korban AS dan AB diketahui sedang berkemas untuk pindah kos,”
ujar Anggoro, Kamis lalu.
Nyaris pukul sepuluh pagi, MY kembali mencari momen. Kali ini, dia melihat AS keluar rumah. Dalam perjalanan menuju lokasi, dengan dingin dia memungut sebatang kayu berpaku dan sebuah batu besar.
Pintu rumah AB ternyata tidak dikunci. Dengan leluasa, MY masuk dan bersembunyi di kamar sebelah. Dari sana, dia mengintip. Apa yang dilihatnya AS dan AB sedang berpelukan membuat emosinya meledak. Saat itulah dia memutuskan untuk bertindak.
Dengan kayu berpaku itu, MY menghantam kepala AB. Pukulan keras itu sampai membuat kayunya patah. Korban pun sempat melawan, namun saat AB mulai oleng, perhatian MY beralih ke mantannya.
Dia menghunuskan pisau dapur yang sudah disiapkan sebelumnya ke punggung AS. AB yang terluka parah sempat keluar rumah mencari bantuan warga, tapi nyawanya tak tertolong.
Usai aksi brutal itu, MY justru memilih menyerahkan diri ke Polresta Barelang. Kisah tragis ini pun berakhir di balik jeruji, meninggalkan duka dan tanda tanya besar tentang batas-batas cinta dan kepemilikan.
Artikel Terkait
Timika – Personel Satgas Damai Cartenz Amankan Anggota KKB Mewoluk yang Masuk DPO Penembakan Warga Sipil
BNPP Tekankan Pembangunan Perbatasan Bukan Hanya Soal Kedaulatan, Tapi Juga Kesejahteraan Ekonomi Rakyat
Waisak 2026 Jatuh pada 31 Mei, Berikut Jadwal Detik-detik, Tema, dan Libur Panjangnya
Survei Salesforce: Hanya 33% Pekerja Indonesia Dapat Pelatihan AI dari Perusahaan