Polisi Nilai Aksi Anak-Anak Hadang Pengendara Motor Lawan Arus di Bogor sebagai Teguran Keras

- Kamis, 11 Juni 2026 | 16:30 WIB
Polisi Nilai Aksi Anak-Anak Hadang Pengendara Motor Lawan Arus di Bogor sebagai Teguran Keras

Sebuah rekaman video yang memperlihatkan sekelompok anak laki-laki menghadang pengendara sepeda motor yang melaju melawan arus di simpang Ciawi, Jalan Raya Wangun Tajur, Kota Bogor, viral di media sosial. Peristiwa itu memantik respons dari kepolisian yang menegaskan bahwa tindakan melawan arus bukan hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

KBO Satlantas Polresta Bogor Kota, Iptu Lukito, menanggapi fenomena tersebut dengan perspektif yang lebih luas. Menurutnya, aksi anak-anak itu semestinya dilihat sebagai teguran keras bagi para pelanggar lalu lintas. “Kita sebagai orang dewasa seharusnya melihat itu sebagai teguran keras ya. Tetapi lebih baiknya pemotor juga lebih dulu mentaati aturan, tidak melawan arus,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis (11/6/2026).

Lukito menambahkan bahwa di lokasi kejadian sebenarnya telah tersedia fasilitas putaran arah yang dirancang untuk mengurai kemacetan sekaligus mencegah kecelakaan. “Padahal di lokasi kan disediakan putaran arah, selain untuk mengurai kemacetan juga menghindari kecelakaan. Kalau yang namanya melawan arus itu kan membahayakan diri sendiri dan orang lain,” imbuhnya.

Dalam video yang beredar, tampak beberapa anak kecil berdiri di tengah jalan dan menghadang sejumlah pengendara motor yang nekat melawan arus. Mereka terlihat meminta para pengendara untuk memutar balik kendaraannya. Meskipun sempat ada upaya dari pemotor untuk tetap melaju, anak-anak itu bertahan menghadang hingga akhirnya para pengendara tersebut terpaksa berbalik arah.

Lukito menjelaskan bahwa lokasi simpang Ciawi berada di perbatasan wilayah hukum Polres Bogor. Ia mengakui bahwa pelanggaran melawan arus kerap terjadi di titik tersebut, dan pihaknya telah berulang kali memberikan imbauan serta melakukan penindakan langsung terhadap pelanggar. “Untuk yang di Simpang Ciawi ini kita juga sudah berkoordinasi dengan jajaran dishub, agar nanti dipasangi rambu-rambu, dari bulan lalu kita sudah koordinasi akan dipasang rambu-rambu,” katanya.

Meskipun petugas telah berkali-kali melakukan sosialisasi dan penilangan di area tersebut, praktik melawan arus masih terus berulang. “Ya (anggota Satlantas) setiap kali di situ, sering imbauan, sering kita kasih tindakan. Ya itu lah masyarakat kitanya juga yang terus melakukan pelanggaran,” ujar Lukito menambahkan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar