Ada sisi lain yang bikin kasus ini terasa lebih pahit. Dera dan Munif adalah sepasang kekasih. Mereka bahkan sudah merencanakan pernikahan pada 11 Desember hanya dua minggu setelah penangkapan. Rencana bahagia itu kini terancam.
“Mereka mau menikah tanggal 11 Desember. Kasihan, kerugian materilnya jelas. Mereka sering bertemu karena mengadvokasi masyarakat,”
imbuh Nasrul dengan nada prihatin.
Saat ini, Munif mendekam di tahanan Polrestabes Semarang. Sementara Dera ditahan di Polda Jateng. Kondisi Dera dikabarkan memprihatinkan. Ia kerap meminta obat pereda nyeri karena kesehatannya terganggu. Tak hanya itu, tekanan psikologis juga menghantuinya.
“Mereka syok karena ditangkap dan ditahan. Dera beberapa kali meminta obat nyeri karena kondisi kesehatannya kurang baik. Berdasarkan asesmen pendamping, Dera juga membutuhkan psikolog. Dia tertekan,”
paparnya.
Harapan satu-satunya kini adalah pembebasan dan keadilan. Nasrul dan timnya terus berupaya agar kedua aktivis itu bisa segera kembali ke kehidupan normal, meraih rencana pernikahan yang sempat tertunda.
Artikel Terkait
Anggota Komcad Diamankan di Warung Padang Sambian Terkait Senjata Ilegal
Kuba Gelar Latihan Militer, Siap Hadapi Ancaman AS
Sawah Berbisik Data: Ketika Petani dan AI Menyulam Masa Depan Pangan
Dua Polisi Gugur Tertabrak Truk TNI Saat Bertugas di Cisarua