Jembatan Kewek Yogya Dapat Suntikan Rp19 Miliar, Perbaikan Total Dijanjikan 2026

- Kamis, 04 Desember 2025 | 18:24 WIB
Jembatan Kewek Yogya Dapat Suntikan Rp19 Miliar, Perbaikan Total Dijanjikan 2026

Jembatan Kewek di Yogyakarta, penghubung vital antara kawasan Kotabaru dan Malioboro, akhirnya dapat bernapas lega. Pasalnya, pemerintah pusat lewat Kementerian PUPR dikabarkan sudah menyetujui suntikan dana perbaikan. Angkanya tak main-main: Rp19 miliar dari APBN.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa setiap langkah perbaikan harus punya dasar anggaran yang jelas. Itu sebabnya, pengajuan ke pusat menjadi keharusan.

“Semua pakai dasar anggaran. Sementara diperbaiki dalam konteks tidak membahayakan untuk kemungkinan tanah longsor atau makin turun karena hujan itu yang akan dilakukan. Kami minta APBN, Departemen (Kementerian PUPR) untuk bisa membiayai,”

ujar Sultan HB X di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (4/12) lalu, usai bertemu dengan Wali Kota.

Dari sisi waktu, tampaknya kita harus sedikit bersabar. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyebutkan bahwa anggaran sebesar itu rencananya baru akan dialokasikan pada tahun 2026 oleh Kementerian PUPR. Meski begitu, komunikasi intensif terus dijaga untuk memastikan proyek ini berjalan.

“Kita intens komunikasi, rapat dengan pemerintah pusat dan Alhamdulillah sudah disanggupi dari Kementerian PU Pusat itu senilai Rp19 miliar itu untuk dianggarkan, dialokasikan di tahun 2026 itu,”

kata Hasto.

Kondisi jembatan saat ini memang memprihatinkan. Pemkot Yogyakarta sendiri menyebut situasinya mengkhawatirkan dan butuh penanganan cepat. Sambil menunggu perbaikan total, sejumlah langkah darurat sudah disiapkan.

“Ya, arahan usaha dalem tadi sudah jelas ya bahwa jembatan KW itu kita harus segera berbuat,”

Hasto menjelaskan dengan nada serius.

“Yang sekarang itu kan jembatan KW ini patah, di ujungnya ada patah, geser tiga, terbuka tiga senti, turun sepuluh senti. Sampai di bawahnya itu juga unblock gitu.”

Kapasitasnya pun tinggal sisa 20-30 persen. Untuk mengantisipasi, rekayasa lalu lintas akan jadi langkah awal. Rencananya, ini akan dimulai tanggal 10 Desember nanti.

Di sisi lain, ada satu hal yang tak boleh dilupakan: nilai sejarahnya. Meski akan dibangun ulang, pemerintah berjanji nilai historis Jembatan Kewek akan tetap dipertahankan. Dokumentasi dan penanda sejarah yang terkait dengan Sultan HB VIII akan dijaga.

“Nah, saya kira dalam jangka panjangnya seperti itu yang kita kerjakan. Dan satu catatan bahwa Jembatan Kewek ini kan ada nilai historis yang harus dipertahankan,”

tutup Hasto menegaskan.

Jadi, jalan memang masih panjang. Tapi setidaknya, sudah ada titik terang untuk menyelamatkan salah satu ikon penghubung kota ini.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler