“Ya, arahan usaha dalem tadi sudah jelas ya bahwa jembatan KW itu kita harus segera berbuat,”
Hasto menjelaskan dengan nada serius.
“Yang sekarang itu kan jembatan KW ini patah, di ujungnya ada patah, geser tiga, terbuka tiga senti, turun sepuluh senti. Sampai di bawahnya itu juga unblock gitu.”
Kapasitasnya pun tinggal sisa 20-30 persen. Untuk mengantisipasi, rekayasa lalu lintas akan jadi langkah awal. Rencananya, ini akan dimulai tanggal 10 Desember nanti.
Di sisi lain, ada satu hal yang tak boleh dilupakan: nilai sejarahnya. Meski akan dibangun ulang, pemerintah berjanji nilai historis Jembatan Kewek akan tetap dipertahankan. Dokumentasi dan penanda sejarah yang terkait dengan Sultan HB VIII akan dijaga.
“Nah, saya kira dalam jangka panjangnya seperti itu yang kita kerjakan. Dan satu catatan bahwa Jembatan Kewek ini kan ada nilai historis yang harus dipertahankan,”
tutup Hasto menegaskan.
Jadi, jalan memang masih panjang. Tapi setidaknya, sudah ada titik terang untuk menyelamatkan salah satu ikon penghubung kota ini.
Artikel Terkait
Wabup Bone Bahas Nasib Tenaga Honorer Pertanian dengan Kementan
Menhan: Status Siaga Satu TNI untuk Jamin Rasa Aman, Bukan untuk Dikhawatirkan
BPJS Kesehatan Makassar Tetap Buka Layanan Administrasi Selama Libur Lebaran
Nastar hingga Kue Kacang: Kisah di Balik Kue Kering Wajib Lebaran