Banjir besar yang menerjang Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, menelan ratusan korban jiwa. Bencana ini menyisakan duka dan tanya. Bagi KH. Abdurrahman Al Kautsar, atau yang akrab disapa Gus Kautsar, jawabannya jelas: ini bukan sekadar fenomena alam belaka.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri itu menuding praktik pembalakan liar dan eksploitasi sumber daya alam sebagai pemicu utamanya. Menurutnya, kerakusan manusia-lah yang mengundang malapetaka.
"Banyaknya pembalakan liar, pengerukan tambang ilegal, dan pemotongan pohon tanpa aturan membuat saudara-saudara kita menerima dampaknya," tegas Gus Kautsar.
Ucapannya itu disampaikan dalam pengajian rutin Teras Gubuk, Kamis lalu. Hutan-hutan, katanya, dihabisi tanpa memikirkan keamanan lingkungan sama sekali.
Di sisi lain, Gus Kautsar menegaskan bahwa tindakan semacam itu jelas melanggar prinsip dasar Islam. Seorang Muslim seharusnya menghadirkan rasa aman, bukan justru menyebar kerusakan. Semua kehancuran yang kita saksikan, baik di darat maupun laut, adalah buah dari perbuatan kita sendiri.
"Dampaknya dirasakan supaya kita sadar bahwa apa yang dilakukan benar-benar luar biasa merusak," ujarnya.
Ia kemudian menyoroti akar masalahnya: kerakusan. Mengutip Sayyidina Ali, sifat rakus disebutnya sebagai sumber segala keburukan, bahkan akhlak dasar iblis.
Artikel Terkait
Banjir Lumpuhkan Lintasan, 82 Perjalanan KA Terpaksa Batal
Mikrofon Dimatikan Saat Kerabat Keraton Solo Protes di Acara Penyerahan SK Menteri
Dari Daster ke Imperium: Kisah Arif Muhammad dan Kerajaan Mak Beti
Serpihan Ditemukan, Menteri Perhubungan Pantau Langsung Pencarian ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung