Malam Rabu di Ventura County, California, tak seperti malam-malam lainnya bagi Britney Spears. Bintang pop berusia 44 tahun itu ditangkap petugas. Dugaan awalnya? Mengemudi dalam pengaruh alkohol atau mabuk atau yang biasa disebut DUI. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh People, Kamis (5/3) waktu setempat.
Menurut Ventura County Sheriff’s Office, Spears dibebaskan keesokan paginya. Mekanismenya adalah “cite and release”, artinya dia hanya menerima surat panggilan sidang tanpa harus mendekam di penjara. Sidangnya sendiri sudah dijadwalkan pada 4 Mei mendatang.
Lantas, bagaimana cerita penangkapannya bermula?
Sebuah siaran pers dari California Highway Patrol (CHP) wilayah Moorpark sedikit mengungkap kronologinya. Mereka menerima laporan tentang sebuah BMW 430i hitam yang melaju tidak stabil dengan kecepatan tinggi. Mobil itu kemudian dihentikan.
“Pengemudi tunggal, Ms. Spears, menunjukkan tanda-tanda gangguan dan menjalani serangkaian tes kesadaran di lapangan,” bunyi pernyataan resmi tersebut.
Hasilnya, Spears akhirnya ditangkap dengan tuduhan melanggar pasal 23152(g) California Vehicle Code. Pasal itu spesifik menyebut mengemudi di bawah pengaruh kombinasi alkohol dan obat-obatan. Proses hukum pun dijalankan.
Di sisi lain, melalui pernyataan resmi, perwakilan Spears mengungkapkan penyesalan mendalam sang penyanyi. “Ini adalah insiden yang sangat disayangkan dan sama sekali tidak dapat dibenarkan,” katanya.
“Britney akan mengambil langkah yang tepat dan mematuhi hukum, dan semoga ini menjadi langkah pertama menuju perubahan yang sudah lama dibutuhkan dalam hidupnya. Kami berharap ia bisa mendapatkan bantuan dan dukungan yang dibutuhkan selama masa sulit ini,” tambah pernyataan itu.
Perwakilannya juga menyebut kedua putra Spears Sean Preston (20) dan Jayden James (19) akan menghabiskan waktu bersama ibunya. Rencana dukungan dari orang-orang terdekat juga sedang disusun untuk kesejahteraannya.
Namun begitu, insiden ini seolah menjadi titik tambah dalam perjalanan hidup Spears yang penuh gejolak. Baru pada November 2021 lalu, konservatori hukum yang mengikatnya selama 13 tahun akhirnya dibubarkan oleh pengadilan. Kebebasan itu ternyata tidak serta-merta menghapus segala masalah.
Belakangan, Spears juga cukup aktif menyuarakan isi hatinya di media sosial. Bulan Februari lalu, misalnya, dia membuat postingan yang menyiratkan kekecewaan terhadap keluarga. “Bagi kalian yang keluarganya mengatakan membantu kalian dengan cara mengisolasi dan membuat kalian merasa sangat tersisih… mereka salah. Kita bisa memaafkan sebagai manusia, tapi kita tidak akan pernah melupakan,” tulisnya.
Selain itu, kabar tentang penjualan katalog musiknya juga beredar bulan lalu, meski nilai transaksinya tidak dipublikasikan. Hidupnya memang seperti rollercoaster penuh dengan sorotan, tuntutan, dan lika-liku yang tak mudah.
Kini, semua mata tertuju pada sidang bulan Mei nanti. Apakah ini benar-benar akan menjadi awal dari perubahan, seperti yang diharapkan oleh timnya? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Artikel Terkait
Antwerp Juarai FIBA 3x3 Challenger Tokyo, Lolos ke World Tour Zadar
Remaja 16 Tahun Jadi Korban Bacokan dan Panahan Geng Motor di Makassar
Dinkes Sumsel Pastikan Makanan Pesawat Haji Aman, Rendang Tidak Direkomendasikan
Bus Listrik Tabrak Supermarket di Salzburg, Satu Tewas