Raja Abdullah II Antar Langsung Prabowo hingga ke Pesawat di Amman

- Kamis, 26 Februari 2026 | 11:45 WIB
Raja Abdullah II Antar Langsung Prabowo hingga ke Pesawat di Amman

Suasana di Istana Basman, Amman, terasa hangat dan khidmat. Di tengah bulan suci Ramadan, Raja Abdullah II dari Yordania menyambut kedatangan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dalam kunjungan kenegaraan. Sambutannya penuh keakraban, layaknya menyambut seorang saudara.

"Ramadan Mubarak, saudaraku tersayang," ucap Raja Abdullah, mengawali pertemuan bilateral mereka Rabu lalu.

Prabowo pun membalas dengan nada yang sama hangatnya. Ia menyampaikan terima kasih atas sambutan luar biasa yang diterimanya. Bagi Prabowo, Yordania sudah seperti rumah kedua, bukan sekadar negara sahabat biasa.

"Atas nama Indonesia dan saya pribadi, saya juga ingin menyampaikan Ramadan Mubarak untuk rakyat Yordania," balas Prabowo. "Terima kasih atas sambutan hangatnya. Ini benar-benar kehormatan besar bagi saya."

Pertemuan itu tidak berlangsung sendirian. Dari sisi Yordania, Putra Mahkota Hussein bin Abdullah hadir mendampingi sang ayah. Sementara Prabowo datang dengan beberapa menteri kuncinya, seperti Menlu Sugiono dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Agenda utamanya jelas: memperkuat kerja sama strategis antara Jakarta dan Amman, membahas hal-hal yang penting bagi kedua negara.

Ini bukan pertama kalinya kedua pemimpin bertemu. Sebagai presiden, ini adalah lawatan kedua Prabowo ke Amman. Sebelumnya, Raja Abdullah II sendiri sudah lebih dulu berkunjung ke Jakarta pada November tahun lalu. Hubungan mereka memang tampak terus dijaga, bahkan makin erat.

Yang menarik justru terjadi di akhir acara. Keakraban mereka benar-benar terlihat nyata. Raja Abdullah II menunjukkan gestur yang tidak biasa ia sendiri yang menyetir mobil kepresidenan untuk mengantar Prabowo menuju Pangkalan Udara Marka.

Bukan cuma sampai di situ. Raja Yordania itu terus mendampingi, melepas kepergian sahabat lamanya hingga ke ujung tangga pesawat. Baru setelah itu, Prabowo melanjutkan perjalanan diplomatiknya menuju Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Sebuah pelepasan yang sederhana, namun sarat makna.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar