Fuji Emosi, Direkam Diam-diam Hampir Satu Jam di Kolam Renang Bali

- Rabu, 17 Desember 2025 | 15:45 WIB
Fuji Emosi, Direkam Diam-diam Hampir Satu Jam di Kolam Renang Bali
Fuji dan Pengalaman Tak Nyaman Direkam Diam-diam

Jadi tamu di podcast Raditya Dika, selebgram Fujianti Utami atau yang akrab disapa Fuji akhirnya bercerita. Ia mengungkap satu pengalaman yang bikin emosinya naik: dilabrak seorang ibu-ibu gegara masalah rekaman tanpa izin. Kisahnya ini terjadi saat ia sedang menikmati malam tahun baru di Bali.

Sebenarnya, Fuji sempat menolak undangan Raditya. Khawatir salah bicara, katanya. Tapi akhirnya ia datang juga. Obrolan mereka mengalur santai, membahas lika-liku kehidupan sebagai publik figur. Dan di situlah Fuji curhat soal hal yang paling ia risihkan: direkam diam-diam.

"Sebenernya aku risi kalau direkam diam-diam," ujar Fuji.

Ia paham sih, itu resiko jadi orang terkenal. Tapi tetap saja ada rasa lelah yang menumpuk. "Ya public figure juga manusia, ada capeknya," tambahnya. Perasaan diawasi terus, apalagi dengan kamera yang mengintip, bikinnya sangat terganggu. Menurut Fuji, jauh lebih nyaman kalau ada yang minta foto secara langsung dan terbuka.

Nah, pengalaman di Bali itulah yang memuncak. Saat itu, seseorang seorang ibu-ibu ternyata sudah merekamnya hampir satu jam penuh. Awalnya Fuji coba bersikap tenang. Ia memberi isyarat tangan disilangkan, tanda tak mau direkam. Si ibu sempat mengangguk dan tersenyum, seolah paham. Tapi apa yang terjadi? Rekaman tetap berjalan.

"Aku pernah loh, aku hampir pengin ribut karena aku direkam satu jam, Kak," cerita Fuji.

Merasa tak dihargai, Fuji naik pitam. Ia keluar dari kolam renang dan menghampiri si ibu. Suasana langsung memanas.

"Akhirnya aku naik emosi lah. Aku keluar dari kolam renang, aku turun. 'Bu, saya enggak mau direkam, hapus sekarang'," jelasnya tegas.

Di sisi lain, sang ibu justru bersikukuh. Ia merasa punya hak penuh untuk merekam siapa pun dengan ponselnya. "Kan hape kita. Emang kenapa kalau direkam? Mau lapor apa?" begitu kira-kira pembelaannya. Keadaan baru mereda setelah tiga petugas keamanan turun tangan memisahkan mereka. Kakak Fuji, Fadly Faisal, juga ikut campur untuk menyelesaikan masalah.

Mendengar cerita itu, Raditya Dika pun angkat bicara. Ia menekankan soal etika di ruang publik, yang meski tak tertulis, tetap penting untuk dijaga.

"Mungkin enggak ada aturannya, tapi secara etika kan elu pengin have fun, gue juga pengin have fun," kata Raditya.

Bagi Fuji, kejadian direkam diam-diam memang bukan hal baru. Tapi yang di Bali itu benar-benar keterlaluan. Durasi rekamannya lama, dan peringatannya diabaikan. Ia pun menutup dengan harapan sederhana.

"Aku tau risiko public figure, tapi kalau misalnya aku sudah tegur, saling ngertiin lah," tutupnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar