Jakarta – Ada angin segar buat para peternak unggas. Harga pakan ternak, yang jadi beban operasional terbesar, mulai menunjukkan tren penurunan sejak Februari lalu. Hal ini diungkap oleh Kementerian Pertanian sebagai upaya menjaga stabilitas di sektor peternakan nasional.
Memang, penurunan ini belum seragam di semua produsen. Tapi, pergerakan harga ke bawah ini tentu disambut baik. Bagi peternak ayam pedaging atau petelur, sedikit penurunan harga pakan bisa sangat berarti untuk menekan biaya produksi yang selama ini membelit.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, melihat ini sebagai sinyal positif.
"Penurunan harga pakan tentu menjadi kabar baik bagi peternak karena akan membantu menurunkan biaya produksi," ujarnya di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Menurut Agung, efisiensi di level hulu ini penting agar harga telur dan daging ayam di tingkat konsumen juga bisa tetap stabil, tidak melonjak tak terkendali.
Rincian Penurunan
Data dari Sistem Informasi Produksi dan Harga Pakan (SPORA) Kementan mencatat, penurunan paling signifikan terjadi pada pakan untuk ayam pedaging fase starter. Harganya turun rata-rata Rp112 per kilogram. Bahkan, beberapa produsen ada yang memotong harga hingga Rp600 per kg. Sekarang, rata-ratanya berkisar di angka Rp8.010 per kilogram.
Artikel Terkait
Lebih dari 1.200 Tewas dalam Serangan AS-Israel, Iran Klaim Banyak Sasaran Sipil Hancur
Bareskrim Serahkan Rp 58,1 Miliar Hasil Rampasan Judi Online ke Kejaksaan Agung
Ketua Umum MUI Dukung Politik Bebas Aktif Presiden, Serukan Persatuan Hadapi Gejolak Global
Disdik DKI Cairkan KJP Plus Tahap I 2026 untuk 707.477 Siswa