BRI Luncurkan Program BRInita, Dorong Perempuan Perkotaan Kembangkan Urban Farming untuk Ketahanan Pangan

- Selasa, 28 April 2026 | 19:00 WIB
BRI Luncurkan Program BRInita, Dorong Perempuan Perkotaan Kembangkan Urban Farming untuk Ketahanan Pangan

Perempuan punya peran besar di banyak sisi kehidupan. Dari urusan rumah tangga sampai ikut menggerakkan roda ekonomi. Itu bukan hal baru, tapi di zaman sekarang peran itu makin terlihat nyata.

Di era modern ini, perempuan hadir sebagai mitra yang setara. Mereka aktif membangun keluarga, memperkuat komunitas, dan berkontribusi buat kemajuan bangsa. Tapi tentu saja, semua itu butuh dukungan.

Nah, BRI lewat program CSR-nya, BRI Peduli, mencoba ambil bagian. Mereka punya program pemberdayaan yang katanya bisa mendorong kesejahteraan perempuan Indonesia. Salah satunya namanya BRInita kependekan dari BRI Bertani di Kota.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan program ini fokus pada urban farming. BRI Peduli menyalurkan bantuan berupa pembangunan fisik, seperti rumah tanaman atau greenhouse. Ada tiga model yang ditawarkan: vertikultur, hidroponik, dan wall gardening.

Vertikultur itu metode menanam secara vertikal. Pakai paralon atau botol yang disusun bertingkat. Cocok buat lahan sempit. Sementara hidroponik, ya, pakai air tanpa tanah, tapi tetap memperhatikan unsur hara. Lalu wall gardening mirip vertikultur, tapi medianya dinding.

Ketiga model ini bisa jadi wadah buat tanaman hortikultura yang bernilai ekonomi. Misalnya sayur-sayuran, buah-buahan, bunga, sampai tanaman obat keluarga. Lumayan, kan?

Tapi BRI Peduli nggak cuma kasih bantuan fisik. Mereka juga ngasih pembinaan. Ada pelatihan pengelolaan urban farming yang menggandeng tenaga ahli atau instansi terkait. Nggak lupa, mereka juga monitoring kegiatan dan ngembangin hasil panen biar nilai ekonominya naik.

“BRInita merupakan sebuah inisiatif yang berfokus pada pengelolaan kebun di perkotaan,” kata Dhanny, Selasa (28/4/2026). “Tujuannya mendorong peran aktif masyarakat, khususnya perempuan, dalam penguatan ketahanan pangan keluarga dan komunitas.”

Dia bilang lagi, program ini lewat pendampingan pemanfaatan lahan terbatas, pengembangan budidaya pangan produktif, dan pengelolaan hasil panen bernilai tambah. Jadi bukan cuma nanam, tapi juga mikirin gimana hasilnya bisa berguna.

Dhanny nambahkan, ini bentuk tanggung jawab BRI. Mereka nggak cuma dorong perempuan jadi lebih aktif, produktif, dan inovatif lewat urban farming. Tapi juga mendukung kelestarian lingkungan, terutama di daerah padat penduduk.

Menurut dia, program ini sejalan sama Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya Tujuan 2 soal Tanpa Kelaparan dan Tujuan 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan. Di sisi lain, juga mendukung Asta Cita Pemerintah buat memperkuat pembangunan manusia dan ningkatin kualitas hidup masyarakat.

Sejak diluncurkan tahun 2022, BRInita udah memberdayakan 40 kelompok di 40 titik ruang terbuka hijau. Tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Total ada 1.351 jiwa yang terlibat. Program ini disebut berkontribusi 47 persen dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya buat perempuan yang ikut.

Nggak cuma itu, dampak ke lingkungan juga lumayan. Mereka udah menghasilkan 25.828 tanaman sayuran, 12.120 liter pupuk organik cair, 2.315 liter eco enzyme, 70 produk olahan pupuk, 100 kg maggot BSF, dan 645,7 kg CO2-eq. Angka terakhir itu kontribusi buat efisiensi emisi gas rumah kaca dari penanaman sayuran hidroponik.

“Ini menjadi wadah positif,” ujar Dhanny. “Terutama beberapa pelatihan dan program pemberdayaan di dalamnya yang diharapkan bisa mendorong kesejahteraan kaum perempuan.”

Dia juga bilang, program BRInita adalah wujud nyata semangat pemberdayaan perempuan di era modern. Katanya, ini sejalan dengan nilai perjuangan R.A Kartini. Ya, dari lahan terbatas jadi ruang produktif program ini nggak cuma dorong swasembada ekonomi dan ketahanan pangan, tapi juga buka ruang buat perempuan berkembang, berdaya, dan jadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar