Di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis lalu, suasana terasa berbeda. Usai pertemuan dengan sejumlah tokoh agama Islam, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana MUI, Nusron Wahid, menyampaikan sebuah kabar penting. Ia mengungkapkan bahwa langkah Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran ternyata mendapat sambutan hangat.
"Sambil melihat keadaan, tadi disampaikan, prinsipnya Bapak Presiden menginginkan adanya pertemuan dengan Iran," kata Nusron.
Menurutnya, Iran sendiri tampaknya membuka diri untuk opsi mediasi ini. Ini jelas sebuah perkembangan yang menarik.
Dukungan itu tak datang sendirian. Nusron menyebutkan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dan negara-negara Islam lainnya ikut mendukung inisiatif Indonesia ini. "Termasuk dari Pakistan, termasuk juga dari UAE," sambungnya, menyebut Uni Emirat Arab.
Narasi besarnya adalah keinginan untuk perdamaian global. Prabowo, bersama tujuh pemimpin negara anggota kelompok D-8, disebut punya komitmen kuat untuk mencegah eskalasi konflik. Mereka sepakat menolak peperangan yang berlarut-larut.
"Jangan sampai perang berlarut-larut terutama di Iran maupun di kawasan Teluk dan sebagainya," tutur Nusron menegaskan poin tersebut.
Jadi, ada sinyal positif. Dari Jakarta, upaya diplomasi perdamaian mulai menemukan momentumnya, dengan dukungan yang cukup signifikan dari sekutu-sekutu tradisional di dunia Islam. Langkah selanjutnya tentu menantikan realisasi pertemuan yang diinginkan tersebut.
Artikel Terkait
ASWGI Soroti Maraknya Kekerasan Seksual di Kampus sebagai Masalah Struktural
Kemenkumham DKI Luncurkan Program Kampung REDAM di Tujuh Kelurahan Rawan Konflik
Hari Karyuliarto Bela Diri di Sidang LNG, Minta Bebas Murni
DPR Desak Investigasi Independen Usai 12 Warga Sipil Tewas dalam Operasi TNI di Papua