Namun begitu, klaim "pelanggaran gencatan senjata" dari pihak Israel ini terasa paradoks. Faktanya, sejak gencatan senjata diumumkan berlaku mulai 10 Oktober lalu, serangan-serangan skala kecil hampir terjadi setiap hari di berbagai penjuru Gaza. Situasinya jauh dari kata tenang atau aman.
Bentrokan di Rafah yang disebut-sebut sebagai pemicu, menurut sejumlah saksi, memang terjadi. Tapi lingkaran kekerasan ini seperti tidak ada ujungnya. Setiap klaim dibalas dengan serangan, dan setiap serangan menimbulkan korban baru seringkali warga sipil yang tidak tahu-menahu.
Nasib warga di al-Mawasi, yang seharusnya menjadi zona aman, kini makin mengenaskan. Mereka terjebak di antara dua pihak yang bertikai, dengan nyawa sebagai taruhannya.
Artikel Terkait
Sejumlah Negara Timur Tengah Dukung Inisiatif Diplomasi Prabowo untuk Iran-AS
Balita Tewas di Sidoarjo, Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan
Kompolnas Selidiki Posisi Tangan Oknum Polisi dalam Rekaman CCTV Penembakan Remaja di Makassar
Lima Tersangka, Termasuk Mantan Anggota DPR, Ditahan dalam Kasus Korupsi Dana Irigasi Luwu