Wilayah Cibeber di Cilegon kembali terendam. Hujan yang turun sejak semalam tak henti-hentinya, mengguyur kawasan itu hingga akhirnya banjir tak terhindarkan. Ketinggian airnya, menurut laporan, mencapai satu setengah meter cukup untuk menyapu banyak hal.
Ini bukan kali pertama Sambirata, Cibeber, mengalami kejadian seperti ini. Sejak awal tahun, permukiman warga sudah beberapa kali berubah menjadi kolam. Penyebabnya selalu berulang: sistem drainase yang buruk. Begitu hujan datang dengan intensitas tinggi, saluran air yang sempit itu tak lagi mampu menampung, dan air pun meluap ke rumah-rumah.
Kepala BPBD Cilegon, Damanhuri, membenarkan hal itu.
"Hujan dengan intensitas tinggi dan drainase yang sempit, menyebabkan air menggenangi pemukiman warga," katanya, Jumat (7/2/2026).
Dampaknya cukup serius. Catatan sementara dari BPBD menyebutkan sekitar 320 orang terdampak oleh genangan ini. Beberapa di antaranya memilih untuk mengungsi, dievakuasi ke lokasi yang lebih aman di sekitar wilayah tersebut. Namun, tak semua warga meninggalkan rumah mereka.
"Pukul 07:20 WIB air masih menggenangi pemukiman dan beberapa masyarakat masih tinggal di rumah masing-masing," ujar Damanhuri menggambarkan situasi pagi tadi.
Pemandangan di Cibeber pagi ini pastilah mirip dengan kejadian-kejadian sebelumnya. Air yang menggenang, warga yang berusaha menyelamatkan barang-barang, dan rasa was-was menunggu surutnya hujan. Sebuah siklus yang sayangnya, masih terus berulang.
Artikel Terkait
Polisi Gagalkan Penyelundupan 1,9 Ton Sianida dari Filipina di Gorontalo Utara
Peringati Hari Transportasi Nasional, Seluruh Moda Transportasi Umum di Jakarta Gratis
Hotel Borobudur Jakarta Luncurkan Program Rempah dan Budaya Ternate-Tidore Sambut Hari Bumi dan Waisak 2026
Polri Musnahkan Barang Bukti Narkoba Senilai Rp149 Miliar, Selamatkan 333.280 Jiwa