Meski ancaman fenomena ekstrem El Nino diprediksi bakal melanda pada 2026, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meyakinkan publik bahwa cadangan beras nasional kita dalam kondisi yang aman. Pernyataan ini dia sampaikan langsung dari tengah sawah, tepatnya di Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Selasa lalu. Wilayah itu sendiri bukan tanpa cerita; beberapa waktu lalu sempat terdampak bencana.
“Stok tadi pagi mencapai 4,7 juta ton, dan ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” ujar Andi Amran.
Angka itu, menurutnya, bukan satu-satunya jaminan. Di luar stok yang mengisi gudang Bulog, masih ada pasokan lain yang tersebar. Dia menyebut ada sekitar 12 juta ton di restoran, plus padi yang masih berdiri di sawah dan siap panen kurang lebih 11 juta ton. Kalau dihitung-hitung, total pasokan itu cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga sepuluh bulan ke depan.
“Kekeringan itu enam bulan, jadi aman kan? Begitu cara menghitungnya,” katanya, seperti dikutip dari Antara.
Dengan kondisi tersebut, Amran mengimbau masyarakat agar tenang. Jangan sampai panik atau bereaksi berlebihan mendengar isu ancaman "Godzilla El Nino" yang ramai dibicarakan. Di sisi lain, pemerintah sendiri tak tinggal diam. Berbagai kementerian dan lembaga terkait konon terus menyiapkan langkah antisipasi. Tujuannya jelas: meminimalkan dampak fenomena alam itu, khususnya pada sektor pertanian yang jadi urat nadi pangan kita.
Artikel Terkait
Jakarta dan BMKG Kembangkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara dengan Prakiraan hingga Tiga Hari ke Depan
Serangan Udara Israel Hantam Tenda Pengungsi di Gaza, Enam Tewas Termasuk Anak-Anak
CFD Kuningan Dimeriahkan Atraksi Ondel-Ondel dan Permainan Tradisional Betawi
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Tambrauw Terbukti Masih Berstatus ASN dan Terima Gaji Ganda