Jumat pagi (6/3) lalu, suasana di Desa Manyang Lancok, Pidie Jaya, tampak berbeda. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, bersama Ketua Satgas PRR Bencana Sumatera Tito Karnavian, hadir untuk meninjau langsung hunian sementara (huntara) bagi para pengungsi. Lokasinya tak jauh dari Kantor Bupati setempat.
Kunjungan ini intinya sederhana: memastikan warga yang terdampak bencana bisa tinggal layak dan bantuan pemerintah benar-benar sampai. Menariknya, Tito Karnavian memberi kabar baik. Jumlah pengungsi yang masih mengungsi di tenda turun signifikan. "Dari sekitar 11 ribu pekan lalu, sekarang tinggal sekitar 6 ribu," ujarnya. Targetnya jelas: sebelum Idulfitri nanti, semua sudah pindah ke huntara.
"Target kami dengan BNPB kemarin, semua akan di huntara. Untuk masalah makanannya, nanti 10 hari ke depan ditanggung oleh BNPB, setelah itu akan menggunakan uang jadup dari Kemensos,"
jelas Tito dalam keterangan tertulis di hari yang sama.
Gus Ipul dan Tito tak cuma melihat dari jauh. Mereka blusukan, mengecek unit hunian, mampir ke dapur umum, hingga memeriksa fasilitas MCK. Yang paling penting, mereka menyempatkan diri ngobrol langsung dengan warga, mendengar curhatan dan masukan tentang kondisi huntara yang mereka tempati sekarang.
Menurut Gus Ipul, penanganan bencana ini berjalan dalam dua fase. Fase darurat, fokusnya penyelamatan dan kebutuhan pokok. Lalu fase pascadarurat, di mana huntara disiapkan sebagai jembatan sebelum warga punya rumah tetap. Skala bencananya besar, makanya kerjanya pun melibatkan banyak pihak. Bukan cuma BNPB, tapi juga kementerian/lembaga lain dan BUMN, sesuai instruksi Presiden Prabowo.
"Dalam pelaksanaannya, mungkin kalau ada kurang-kurang, mohon dimaklumi. Bahkan standarnya bisa jadi berbeda. Karena ingin memberikan yang terbaik secepatnya untuk para pengungsi. Istilahnya Pak Mendagri, daripada di pengungsian, lebih baik pergi huntara,"
ungkap Gus Ipul. Ia berjanji, selama di huntara, pemerintah akan terus membenahi kekurangan yang ada berdasarkan keluhan warga.
Nah, soal bantuan, rinciannya cukup jelas. Setiap keluarga yang menempati huntara atau nantinya hunian tetap, dapat bantuan isian rumah senilai Rp3 juta. Ada juga stimulan sosial ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga untuk membantu mereka memulai kehidupan baru.
Artikel Terkait
Indonesia Tangguhkan Pembahasan Dewan Perdamaian, Fokus ke Keamanan WNI di Timur Tengah
Pertahanan Udara UEA Gagalkan 9 Rudal Balistik dan 109 Drone dari Iran
BFI Finance Catat Pendapatan Rp6,7 Triliun di Tengah Tantangan Industri 2025
Trump Tuntut Penyerahan Tanpa Syarat dari Iran di Tengah Eskalasi Konflik