Cak Imin Soroti Alat Praktik SMK yang Jauh dari Standar Industri

- Rabu, 03 Desember 2025 | 22:42 WIB
Cak Imin Soroti Alat Praktik SMK yang Jauh dari Standar Industri

Di sebuah workshop di Makassar, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyoroti kondisi memprihatinkan di banyak SMK. Peralatan praktik di sekolah-sekolah kejuruan itu dinilainya masih sangat terbatas. Padahal, pelatihan yang memadai adalah kunci untuk menyiapkan para siswa sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia kerja setelah lulus.

“Pak Presiden sendiri juga menyadari bagaimana sekolah-sekolah kita masih sangat terbatas. Labnya, praktiknya, alat-alat industrinya dan sebagainya,”

Demikian disampaikan Cak Imin sapaan akrabnya pada Rabu (3/12) lalu. Ia berbicara dalam konferensi pers usai Workshop Kepala Sekolah untuk Program SMK Go Global.

Menurutnya, situasi ini perlu segera diatasi. Ia pun berharap ada anggaran khusus yang dialokasikan untuk membenahi masalah ini. Bukan sekadar menambah jumlah alat, tetapi memastikan peralatan yang ada sesuai dengan standar dan perkembangan industri terkini. Tanpa itu, sulit mengharapkan lulusan yang benar-benar siap pakai.

“Makanya kita akan mulai khusus hulu peralatan dan semuanya sedang terus kita godok. Mohon dukungan semua moga-moga akan ada anggaran khusus peningkatan sistem pendidikan dan alat-alat pelatihan yang benar-benar sesuai dengan perkembangan,”

Ucapannya itu sekaligus menegaskan komitmen untuk menuntaskan persoalan dari hulu.

Lebih jauh, politisi PKB ini berharap perbaikan sistem pendidikan kejuruan ini bisa membuka jalan lebih lebar bagi para siswa. Targetnya jelas: agar mereka sanggup dan mudah terserap di dunia industri, baik di dalam maupun luar negeri.

“Sebagai kepala sekolah tentu menjadi ujung tombak yang sangat kita harapkan agar adaptasi terhadap sistem pendidikan bagi siswa kita untuk dengan cepat masuk di dunia industri di dalam maupun di luar negeri dengan baik,”

Jelas Cak Imin. Pada akhirnya, peran kepala sekolah dan guru di lapangan memang tak bisa dianggap remeh. Mereka lah yang akan menjalankan dan mengawal perubahan ini.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar