Rabu lalu (3/12/2025), suasana di Batu Busuk, Pauh, Padang masih terasa suram. Di tengah reruntuhan dan lumpur sisa banjir bandang, beberapa petugas kesehatan terlihat sibuk mendatangi satu rumah ke rumah lain. Mereka memeriksa kondisi warga yang selamat, satu per satu.
Tim itu merupakan gabungan dari Puskesmas Pauh dan relawan medis dari Jawa Tengah. Cara kerjanya langsung, door to door. Mereka mendatangi tempat tinggal warga, karena banyak korban yang masih kesulitan untuk pergi ke posko.
Pemeriksaan kesehatan difokuskan pada kelompok yang paling rentan: anak-anak dan para lansia. Tapi itu bukan satu-satunya bantuan yang dibawa.
Para petugas juga menyalurkan biskuit dari program PMT, khusus untuk balita dan ibu hamil. Upaya kecil ini setidaknya bisa memberi sedikit energi di tengah keprihatinan yang melanda.
Di sisi lain, gambaran besarnya justru makin mengerikan. Data terbaru dari BNPB melaporkan korban jiwa dari bencana banjir bandang dan longsor di tiga provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mencapai angka yang memilukan.
Korban tewas dilaporkan menembus 807 jiwa. Sementara itu, 647 orang masih dinyatakan hilang dan sekitar 2.600 jiwa lainnya mengalami luka-luka. Angka-angka ini, tentu saja, bukan sekadar statistik. Setiap digit mewakili sebuah kehidupan yang porak-poranda.
Artikel Terkait
774 Pelanggaran Disiplin Terjadi di Kemenimipas, Bolos Kerja Mendominasi hingga 42 Pegawai Dipecat
Mentan Amran: Capaian Pangan Nasional Tak Lepas dari Peran TNI, Stok Beras Capai Rekor 5,12 Juta Ton
KPK Soroti 27.969 Bidang Tanah di Sulsel Belum Bersertifikat, Rawan Konflik dan Korupsi
Warkop Dg Anas: Meja Kopi Sederhana yang Menjadi Titik Temu Para Legenda Makassar