Warkop Dg Anas: Meja Kopi Sederhana yang Menjadi Titik Temu Para Legenda Makassar

- Rabu, 29 April 2026 | 20:00 WIB
Warkop Dg Anas: Meja Kopi Sederhana yang Menjadi Titik Temu Para Legenda Makassar

Warkop Dg Anas: Meja Kopi Tempat Para Legenda Nongkrong

Di perempatan Jalan RS Islam Faisal 12, ada satu warung kopi tradisional khas Makassar. Namanya Warkop Dg Anas. Tempatnya sederhana, tapi yang duduk di sana bukan orang sembarangan. Para legenda.

Ada Syamsuddin Umar, mantan pelatih Timnas PSSI dan PSM Makassar. Juga Prof Hamid Awaludin, mantan Menteri Hukum dan HAM. Tak ketinggalan Prof Aidir Amin Daud, mantan Irjen Kemenkumham. Mereka duduk santai, ngopi, ngobrol, kadang diskusi panas soal hukum atau bola.

Di sisi lain, beberapa taipan Makassar juga sering mampir. Nama-nama seperti Taupan Ansar, Idris Manggabarani, dan Amirullah Nur sudah jadi langganan. Mereka duduk di meja yang sama, pesan kopi hitam, kadang ditemani pisang goreng atau kue tradisional.

Ustaz kondang Das'ad Latif juga kerap muncul. Biasanya bareng teman-temannya dari Komunitas Meja Pojok Dg Anas. Anggotanya macam-macam: mantan Ketua DPRD Makassar Farouk M Betta, Wakil Ketua Kadin Satriya Majid, pengusaha rumput laut Arman Arfah, legenda PSM Najib Latandang, dan dr Onasis Ande. Campuran unik, kan?

Warkop ini mulai ramai sebelum jam enam pagi. Jamaah subuh dari masjid dekat sini langsung melanjutkan acara ngopi. Suasana pagi jadi hidup, suara orang ngobrol, gelas berdenting, kadang diselingi tawa keras.

Prof Aidir sering mampir, entah sebelum berangkat ke kampus Unhas Tamalanrea tempatnya mengajar sebagai guru besar di Fakultas Hukum atau pas janjian sama kawan-kawan. Menurut dia, tempat ini istimewa.

"Kita bisa dapat banyak ilmu di sini, kita dapat 'living law' atau hukum yang hidup. Banyak isu-isu dalam republik ini yang dibahas bersama kopi dan kue-kue tradisional, oleh para legenda dari berbagai bidang," ungkap Prof Aidir suatu kali.

Dr Onasis juga punya cerita sendiri. Anak dari tokoh Sulsel pendiri travel umroh Tiga Utama, Ande Latif, ini sering nongkrong sebelum atau sesudah jaga di rumah sakit. Kadang juga setelah ngajar di Fakultas Kedokteran. Katanya, dari teman-teman nongkrong yang latar belakangnya beda-beda dari pengusaha sampai pengacara ia dapet banyak info. Kadang soal bisnis, kadang soal hukum, kadang cuma gosip politik.

Ngomong-ngomong, Warkop Dg Anas ini punya sejarah panjang. Dulu namanya Warkop Sumber Daya, tempatnya alakadarnya di Jalan AP Pettarani. Sudah ada sejak awal 2000-an. Waktu itu, tempat ini sering jadi homebase para wartawan dari berbagai media. Mereka ngopi sambil ngetik berita atau diskusi soal liputan.

Pas pindah ke Jalan Pelita, peran warkop ini makin gede. Para pewarta menjadikannya sekretariat tidak resmi buat organisasi media kayak AJI Makassar, PFI, dan IJTI Sulsel. Bayangin, rapat redaksi kadang dilakukan sambil nyeruput kopi.

Dg Anas, pemilik warkop yang akrab disapa Daeng Anas (51), juga sering bantuin para jurnalis. Ia fasilitasi mereka untuk ngundang narasumber bikin konferensi pers. Contohnya, Syahrul Yasin Limpo waktu jadi Gubernur Sulsel, atau Ilham Arief Sirajuddin pas menjabat dua periode Wali Kota Makassar. Semua diatur di meja-meja sederhana warkop ini.

Jadi, kalau ke Makassar, mampirlah ke sini. Siapa tahu duduk sebelahan sama legenda. Atau minimal, dapet cerita seru sambil ngopi.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar