Pengendara Motor Nyaris Dikeroyok Massa Saat Coba Terobos Aksi Badko HMI di Makassar

- Selasa, 16 Juni 2026 | 03:00 WIB
Pengendara Motor Nyaris Dikeroyok Massa Saat Coba Terobos Aksi Badko HMI di Makassar

Seorang pengendara sepeda motor nyaris menjadi korban amuk massa saat aksi unjuk rasa Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sulawesi Selatan di kawasan Fly Over Jalan AP Pettarani, Makassar, pada Senin, 15 Juni 2026. Insiden itu dipicu oleh aksi nekat pengendara yang diduga mencoba menerobos barisan peserta aksi, yang langsung memicu kemarahan sejumlah massa di lokasi.

Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, kejadian berlangsung singkat namun nyaris berujung ricuh. Pengendara yang menerobos barisan itu kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Seketika, beberapa peserta aksi yang berada di dekatnya meluapkan amarah, dan situasi sempat memanas karena adanya potensi tindakan pengeroyokan.

Namun, kericuhan yang lebih besar berhasil dicegah. Sejumlah peserta aksi lainnya dengan sigap menghalau dan menenangkan massa yang tersulut emosi. Langkah cepat ini membuat pengendara yang terjatuh tidak menjadi sasaran amarah lebih lanjut, dan situasi di lokasi perlahan kembali terkendali.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah gelombang aksi yang mengusung tema Reformasi Jilid II. Massa Badko HMI Sulsel menyuarakan sejumlah tuntutan yang menyasar evaluasi kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Para mahasiswa menilai bahwa berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah selama ini belum mampu menjawab persoalan ekonomi dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Insiden ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas saat aksi unjuk rasa berlangsung, khususnya di titik-titik padat seperti Jalan AP Pettarani. Tanpa koordinasi yang baik antara aparat dan peserta aksi, potensi gesekan di lapangan tetap menjadi ancaman yang harus diantisipasi.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar