Malam Selasa di Bandara Soekarno-Hatta terasa berbeda. Di balik keramaian penumpang yang lalu lalang, seorang perempuan dengan tangan terborgol dikawal ketat oleh petugas BNN. Dialah Dewi Astutik, atau yang kerap disapa Mami, buronan internasional yang akhirnya mendarat juga di tanah air.
Kedatangannya menandai akhir dari sebuah pengejaran. Sehari sebelumnya, tepatnya Senin, ia sudah diamankan di Sihanoukville, Kamboja. Dari sana, ia langsung diterbangkan ke Indonesia tanpa banyak delay.
Perempuan 43 tahun ini bukan nama baru di dunia gelap. Jaringannya disebut-sebut menjangkau kawasan Golden Triangle yang terkenal itu, dengan modus operandi menyelundupkan sabu. Jumlahnya fantastis: 2 ton! Kalau dihitung-hitung, nilainya bisa mencapai Rp 5 triliun lebih. Sebuah bisnis haram yang merusak banyak nyawa.
Menurut sejumlah saksi, Dewi sebenarnya sudah lama meninggalkan Indonesia. Sejak 2023, ia memilih Kamboja sebagai basisnya. Latar belakangnya pun cukup beragam; ia pernah bekerja sebagai TKW di Taiwan sebelum akhirnya terjerumus ke dalam lingkaran narkoba internasional ini.
Artikel Terkait
Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Maros, 11 Orang dalam Penerbangan Yogyakarta-Makassar
Pohon Kebaikan Wan Daud: Puisi untuk Membangkitkan Singa Islam yang Tertidur
Dari Aceh ke Donbass: Kisah Briptu yang Desersi dan Jadi Tentara Bayaran Rusia
Senator Papua Kritik Lembaga Baru: Papua Butuh Dialog, Bukan Birokrasi