Minggu lalu, jalanan di kawasan Semampir, Surabaya, digegerkan oleh sebuah penemuan mengerikan. Seorang pria tewas bersimbah darah di Jalan Wonokusumo Jaya. Hingga kini, polisi masih menyibak misteri di balik kematiannya.
Korban diketahui berinisial JF, 32 tahun, yang berdomisili di Jalan Kedungmangu, Kenjeran. Ia ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan.
Iptu Suroto, Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, memberikan konfirmasi perkembangan kasus ini pada Selasa (20/1). Menurutnya, tim sudah bergerak cepat.
"Satreskrim sudah melakukan autopsi dan meminta keterangan saksi. Satu saksi dari pihak keluarga korban sudah dimintai keterangan," ujar Suroto.
Hasil autopsi mengungkap penyebab kematian. Ternyata, JF mengalami luka tusuk senjata tajam di bagian bawah ketiak kirinya. Luka itu diduga menjadi pukulan yang mematikan.
"Ada luka tusuk di bagian ketiak sebelah kiri," tegas Suroto.
Namun begitu, cerita sebenarnya ternyata lebih rumit. Polisi menduga korban menjadi sasaran pengeroyokan sebelum akhirnya ditemukan tewas. Yang menarik, lokasi kejadian pengeroyokan itu berbeda dengan tempat jenazah JF ditemukan.
Dugaan sementara, peristiwa pembacokan ini melibatkan lebih dari lima orang pelaku. Saat itu, JF yang sedang mengendarai motornya dikeroyok dan kemudian ditusuk dengan senjata tajam. Dalam kondisi terluka parah, korban sempat berusaha menyelamatkan diri.
Dia kabur dengan mengendarai motornya, sebuah motor dengan plat L 5506 DAM. Usahanya berakhir tragis di depan sebuah warkop bernama "coffee black" di Jalan Wonokusumo Jaya. Di sana, ia tergeletak dan tak lagi bernyawa.
"Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi. Saat ini, Satreskrim masih mencari pelakunya," pungkas Suroto.
Pencarian para pelaku masih terus digencarkan. Masyarakat setempat pun masih dihantui kejadian brutal yang merenggut nyawa seorang pria di tengah jalan itu.
Artikel Terkait
Permandian Lambiria di Gowa: Destinasi Wisata Alam dengan Kolam Bertingkat, Air Terjun, dan Tangga Seribu
Batu Pake Gojeng: Situs Megalitikum di Sinjai yang Padukan Sejarah, Panorama Alam, dan Mitos Lokal
Pemerintah Desa Mattoanging Bangun Jaringan Air Bersih 1 Km pada 2026
Tim Pengacara Nadiem Minta Lembaga Pengawas Awasi Sidang Korupsi Chromebook