Permintaan Maaf BNPB Hanya untuk Bupati, Korban Banjir Bandang Tapsel Masih Menunggu

- Senin, 01 Desember 2025 | 23:50 WIB
Permintaan Maaf BNPB Hanya untuk Bupati, Korban Banjir Bandang Tapsel Masih Menunggu

Kunjungan pertama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto ke lokasi banjir bandang di Tapanuli Selatan, Minggu lalu, diwarnai permintaan maaf. Namun, permintaan maaf itu hanya ditujukan kepada satu orang: Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu.

Belum ada ucapan serupa yang secara terbuka disampaikan kepada warga yang rumah dan hidupnya porak-poranda. Padahal, sebelumnya, pernyataan Suharyanto yang menyebut situasi mencekam di tiga provinsi hanya terjadi "di medsos" sempat memantik kekecewaan.

"Tapsel saya surprise, saya tidak mengira seperti ini," ujar Suharyanto di Desa Aek Garoga, Batangtoru.

Lalu, sambil menambahkan, "Saya mohon maaf Pak Bupati. Ini bukan berarti kami tidak peduli begitu."

Kunjungannya itu baru dilakukan pada hari Minggu, atau lima hari pasca bencana yang meluluhlantakkan desa tersebut pada Selasa sebelumnya. Perjalanan menuju lokasi ternyata meninggalkan kesan mendalam bagi sang jenderal.

Dia mengaku sedih. Bahkan, dalam perjalanan melewati dua desa terdampak lainnya Batu Godang dan Aek Ngadol air matanya tak tertahankan. "Sampai menetes," katanya.

Menurutnya, kehadirannya saat ini adalah wujud komitmen untuk turun langsung. "Kami hadir di Tapanuli ini, untuk membantu. Tidak ada bedanya utara selatan, tengah. Itu sama semua bagi kami, tidak melihat suku, agama, ras. Sama bagi kami. Jadi kami turun dengan kekuatan penuh," tegas Suharyanto.

Namun begitu, pernyataan kontroversialnya di hari Jumat masih terus diingat. Saat itu, dia menjelaskan alasan pemerintah belum menetapkan status bencana nasional untuk banjir dan longsor di Sumatera.

Argumennya, situasi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh masih dinilai berada pada tingkat daerah. Lalu, dia pun menyebut bahwa kesan mencekam lebih banyak muncul karena banjir informasi di media sosial.

"Memang kemarin kelihatannya mencekam karena berseliweran di media sosial," katanya dalam konferensi pers Jumat lalu.

Dia kemudian melengkapi, "Tetapi begitu kami tiba langsung di lokasi, banyak daerah yang sudah tidak hujan. Yang paling serius memang Tapanuli Tengah, tetapi wilayah lain relatif membaik."

Kini, setelah melihat sendiri dampak di Aek Garoga, permintaan maafnya telah disampaikan. Meski, sejauh ini, hanya kepada sang bupati.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar