Kunjungan pertama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto ke lokasi banjir bandang di Tapanuli Selatan, Minggu lalu, diwarnai permintaan maaf. Namun, permintaan maaf itu hanya ditujukan kepada satu orang: Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu.
Belum ada ucapan serupa yang secara terbuka disampaikan kepada warga yang rumah dan hidupnya porak-poranda. Padahal, sebelumnya, pernyataan Suharyanto yang menyebut situasi mencekam di tiga provinsi hanya terjadi "di medsos" sempat memantik kekecewaan.
"Tapsel saya surprise, saya tidak mengira seperti ini," ujar Suharyanto di Desa Aek Garoga, Batangtoru.
Lalu, sambil menambahkan, "Saya mohon maaf Pak Bupati. Ini bukan berarti kami tidak peduli begitu."
Kunjungannya itu baru dilakukan pada hari Minggu, atau lima hari pasca bencana yang meluluhlantakkan desa tersebut pada Selasa sebelumnya. Perjalanan menuju lokasi ternyata meninggalkan kesan mendalam bagi sang jenderal.
Dia mengaku sedih. Bahkan, dalam perjalanan melewati dua desa terdampak lainnya Batu Godang dan Aek Ngadol air matanya tak tertahankan. "Sampai menetes," katanya.
Artikel Terkait
Ketika Bumi Menolak, Langit Menyambut: Kisah Perjalanan Nabi yang Tak Mudah Diterima
Suara Rakyat Tersesat di Balik Dinding DPRD
Shalat Bukan untuk Mudahkan Hidup, Tapi untuk Menguatkan Jiwa
Tanggul Kalimalang Jebol, Ratusan Rumah di Karawang Terendam