Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran berakhir dengan tragedi. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan gugur. Dunia pun menahan napas, dan sorotan kini beralih ke dua sekutu utama Teheran: Rusia dan China. Sejauh mana mereka akan membela Iran?
Hubungan diplomatik, perdagangan, dan militer antara Moskow-Beijing dengan Iran memang sudah lama dan erat. Tapi serangan mematikan ini benar-benar menguji komitmen mereka. Apakah dukungan hanya akan berhenti di kata-kata, atau ada langkah nyata yang akan menyusul?
Dari Moskow, reaksinya keras. Namun begitu, kalau diamati lebih saksama, dukungan konkretnya masih terbatas. Sikap Rusia sepertinya mencerminkan dua hal: kemarahan terhadap AS dan Israel, di satu sisi, dan kehati-hatian agar tidak ikut terseret ke dalam konflik terbuka, di sisi lain.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, tak menyembunyikan kekecewaannya. Dia menyayangkan perundingan antara Washington dan Teheran justru berujung pada situasi yang memburuk.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 185 Poin, Tertekan Gejolak Pasar Global
Habiburokhman Tantang Adian Napitupulu Debat Rekan Satu Partai Soal Anggaran Makan Bergizi Gratis
Qatar Tegaskan Tak Terlibat dalam Serangan ke Iran, Hanya Bertindak Defensif
Serangan Drone Iran di Riyadh Diduga Juga Targetkan Fasilitas CIA