Sebagai Ketua Pembina Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), pria ini punya pendapat yang tegas. Ia menilai apa yang menimpa Ira bukanlah sekadar kesalahan prosedur, melainkan sebuah fitnah besar yang sengaja diarahkan untuk menjatuhkannya.
"Itu fitnah yang luar biasa. Mudah-mudahan kejadian ini jadi pelajaran berharga agar penegak hukum kedepannya bisa lebih objektif dan tidak lagi menjadi bagian dari kezaliman."
Dia melanjutkan dengan keyakinan yang dalam, "Saya yakin betul, Allah pasti menolong hamba-Nya yang tetap jujur di tengah cobaan. Saya kenal Ibu Ira dan suaminya, mereka orang-orang baik."
Di sisi lain, Kiai Didin juga menyampaikan apresiasinya langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Pemberian rehabilitasi itu dinilainya sebagai langkah tepat.
"Saya ucapkan terima kasih kepada presiden yang memperhatikan warganya yang dizalimi."
Harapannya ke depan, langkah seperti ini bisa berlanjut. Ia berharap Presiden Prabowo konsisten terlibat dalam aksi-aksi kebaikan dan secara aktif menghapuskan praktik-praktik ketidakadilan di kemudian hari.
"Semoga kebiasaan baik ini, yaitu membela rakyat yang tidak bersalah dan menghilangkan kezaliman, bisa terus beliau lakukan."
Artikel Terkait
Khamenei Tuding AS dan Israel Dalang Kerusuhan, Janji Pertanggungjawaban
Gelar B.Sc. Gibran Picu Polemik Kelulusan SMA di Media Sosial
Selebaran Uang untuk Suamiku, Potret Keteguhan di Dinding yang Sunyi
Menjaga Martabat Indonesia: Kebangsaan Sebagai Panggilan Nurani di Tengah Zaman yang Berubah