Di sisi lain, tanggapan warganet pun beragam. Salah satunya datang dari akun X @SilasKairos yang tak ragu menyuarakan pendapatnya.
"Ijazah abal-abal palsu SEMAKIN TERLIHAT KEPALSUANNYA. Siap-siap masuk Kerangkeng mulyono," tulisnya blak-blakan.
Memang, perdebatan soal keaslian dokumen ini seperti tak ada habisnya. Masing-masing pihak punya bukti dan argumennya sendiri. Tapi satu hal yang jelas, perbandingan yang dilakukan Roy Suryo setidaknya memberi gambaran tentang bagaimana seharusnya ijazah UGM era 80-an dibuat.
Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang beredar di media sosial. Klaim yang disebutkan belum tentu mencerminkan kebenaran faktual secara keseluruhan.
Artikel Terkait
Kubah Masjid: Jejak Akulturasi Islam dan Kearifan Lokal Nusantara
Siap Sambut Imlek 2026, Ini Ucapan Bahasa Inggris yang Tak Biasa untuk Tahun Kuda Api
Isra Mikraj: Cermin Ujian Iman dalam Perjalanan Hidup Manusia
Dahlan Iskan dan Gelar yang Tak Pernah Diminta