Minggu pagi di Posko Pengungsian Balee Panah, Aceh, suasana dapur umum ramai seperti biasa. Di tengah keriuhan itu, Presiden Prabowo Subianto tiba-tiba muncul. Ia bukan cuma sekadar menyapa, tapi langsung menuju ke area memasak. Rupanya, perhatiannya tertuju pada sepiring masakan ikan tongkol yang baru saja matang.
Dengan santai, Prabowo meminta izin pada ibu-ibu juru masak yang sedang sibuk. "Ada sendok, saya mau coba," katanya. Tanpa banyak basa-basi, ia mengambil sendok dan mencicipi langsung dari wajan.
Melihat itu, salah seorang ibu dengan sigap menyiapkan piring khusus untuknya. Tak lama, ekspresi Prabowo berubah.
"Pedas ya ini," ujarnya sambil tersenyum.
Interaksi hangat pun langsung terjalin. Seorang petugas dapur lain yang penasaran segera menyela.
"Enak nggak, Pak? Makannya lauk apa itu Pak Presiden?" tanyanya.
"Ikan tongkol," jawab Prabowo singkat.
Momen seperti ini sepertinya sudah jadi kebiasaannya. Setiap berkunjung ke lokasi pengungsian, Prabowo kerap menyempatkan diri meninjau dapur umum. Tujuannya jelas: memastikan makanan yang diterima warga bukan sekadar mengenyangkan, tapi juga punya gizi yang layak. Bagi dia, di tengah situasi sulit, hak untuk makan yang bermutu tetap harus terpenuhi.
Usai mencicipi, Prabowo kembali berbaur dengan warga yang lain. Aktivitas di dapur pun kembali berlanjut, dengan sedikit cerita baru untuk diceritakan.
Artikel Terkait
Anggota BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah di Jagakarsa
Mualaf Center Indonesia Jadi Sasaran Intimidasi Warganet Akibat Kasus Sertifikat Mualaf Richard Lee
Israel Dituding Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Aktivis Internasional Misi Kemanusiaan ke Gaza
Harga Emas Antam Turun Rp1.000 per Gram, Buyback Ikut Melemah