MURIANETWORK.COM - PT MRT Jakarta (Persero) mengonfirmasi bahwa pembangunan fisik untuk jalur Mass Rapid Transit (MRT) Timur-Barat atau East-West Line akan dimulai pada tahun ini. Proyek strategis ini direncanakan menghubungkan Medan Satria di Bekasi dengan kawasan Tomang di Jakarta Barat, membentang sepanjang 25 kilometer, dan akan dikerjakan dalam beberapa paket konstruksi.
Rincian Konstruksi dan Tahapan Pengerjaan
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, memberikan penjelasan lebih rinci mengenai tahap awal pembangunan. Dalam sebuah acara di Jakarta, ia menyatakan bahwa pengerjaan akan segera dimulai dengan fokus pada sejumlah paket kontrak dan persiapan fasilitas pendukung.
"Pembangunan East-West Line, Timur-Barat dari Medan Satria sampai dengan Tomang 25 km itu kita mulai tahun ini," ucap Tuhiyat.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa tahap awal tahun ini akan menyasar pembangunan untuk paket 104 dan 109, yang mencakup seksi bawah tanah di kawasan Thamrin menuju Senen. Selain itu, persiapan untuk membangun depo kereta di wilayah Rorotan, Jakarta Utara, juga akan segera dilakukan.
"Tahun ini kita awali dengan pembangunan Paket 104 dan 109. Untuk Thamrin dan arah ke Senen, underground. Kemudian untuk pembangunan depo yang ada di kawasan Rorotan," tambahnya.
Artikel Terkait
Prabowo Sambut Anwar Ibrahim di Istana, Bahas Geopolitik dalam Silaturahmi Lebaran
PM Anwar Ibrahim Tiba di Jakarta, Bahas Dampak Konflik Asia Barat dengan Prabowo
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts and Nevis di Laga Perdana FIFA Series 2026
Prabowo dan Anwar Bahas Stabilitas Global dalam Pertemuan Bilateral di Jakarta